MANGGAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Pertanian dan Pangan memperketat pengawasan terhadap hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur, Heru Indramarta, mengatakan, pengawasan hewan kurban merupakan agenda tahunan.
Pihaknya tidak ingin ada hewan yang tidak layak konsumsi beredar di masyarakat.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur pun membentuk tim khusus dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Mereka menyisir lapak pedagang ternak dan peternakan di wilayah Belitung Timur guna memeriksa kesehatan hewan kurban secara mendalam.
Heru menyebutkan, pemeriksaan tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari raya Iduladha.
Ia menegaskan, setiap sapi dan kambing harus dipastikan apakah layak atau tidak untuk dijadikan hewan kurban.
"Sebelum dilakukan pemotongan nanti, hewan-hewan ini harus dicek semuanya kesehatannya, layak atau tidak. Ini menjadi prioritas kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Heru, Selasa (14/4/2026).
Dia mengingatkan kembali mengenai beberapa penyakit ternak yang sempat menjadi ketakutan warga pada tahun-tahun sebelumnya, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) atau yang akrab disebut penyakit lato-lato.
Meskipun sekarang kondisi di Belitung Timur tidak ditemukan kasus PMK maupun LSD, Heru mengatakan, pihaknya akan tetap waspada.
"Selama ini kita ketahui ada penyakit PMK dan LSD yang menyerang kulit, tetapi alhamdulillah sampai saat ini sudah tidak ada lagi. Tentu kalau ini pun ditemukan nanti, tidak bisa kita sarankan untuk diperjualbelikan," ujarnya.
Heru menekankan pentingnya kejujuran para penjual hewan kurban.
Penjual diharapkan tidak memaksa menjual hewan yang terindikasi sakit demi keuntungan semata.
Penjual juga diminta tidak mendirikan kandang sementara di lokasi yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Kebersihan kandang menjadi poin yang paling ditekankan guna mencegah munculnya bau tak sedap dan potensi penularan penyakit.
"Kalau bisa harus tertib, jaga kebersihannya. Jangan sampai ini mengganggu masyarakat atau warga, dan lalu lintas di sekitar jalan tersebut. Kebersihanlah yang harus diutamakan," kata Heru.
Selain standar kesehatan, lanjut dia, pemeriksaan juga mencakup syarat hewan kurban sesuai syariat Islam yang menjadi acuan mayoritas warga.
Hal ini meliputi pemeriksaan fisik untuk memastikan hewan tidak mengalami cacat.
Selain itu, usia hewan juga menjadi variabel penting yang diperiksa oleh tim teknis di lapangan.
"Pengecekan ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga dari hal-hal lain yang diatur dalam syariat. Seperti misalnya hewan itu tidak boleh cacat fisik, kemudian harus cukup umur, selain daripada sehat," ujar Heru. (z1)