Menantu Tipu Mertua, Uang Rp4.9 M Hasil Penggelapan Ajak Selingkuhan Dugem di Bali
M.Risman Noor April 15, 2026 02:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menantu yang satu ini kurang ajar memang. Menipu mertua hingga Rp4.7 miliar demi membawa selingkuhan dugem di Bali.

Kini pria berinisial SF (36) di Kepahiang, Bengkulu ini berurusan dengan pihak kepolisian.

Mertua yang tidak terima dengan ulah menantu, melaporkan penipuan ke Polres Kepahiang.

Tersangka SF ditangkap polisi pada Kamis (9/4/2026) terkait kasus penggelapan jual beli kopi.

Baca juga: Sungai Tanuhi Loksado HSS Meluap, Warna Air Coklat dan Arus Sangat Deras

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Provinsi KM 194 Angsana Tanahbumbu, Pengendara Scoopy Tewas

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama menerangkan bahwa pelaku berinisial SF ditangkap berdasarkan laporan nomor: LP/B/40/IV/2026/SPKT/POLRES KEPAHIANG/POLDA BENGKULU pada Selasa (7/4/2026).

"Telah diamankan satu orang berinisial SF di Kepahiang berdasarkan laporan oleh D yaitu adanya penggelapan," ucap Bintang pada Senin (13/4/2026).

Lanjut Bintang, ia mengungkapkan bahwa jumlah kerugian yang dialami pelapor mencapai sekitar Rp 4,7 miliar dan masih dalam proses penghitungan oleh pihaknya.

"Jumlah kerugian yang dilaporkan sendiri sekitar Rp 4,7 miliar namun kita masih merincikan jumlah kerugian sebenarnya yang dialami korban," jelas Bintang.

Modus Pelaku

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang Ipda Abdullah Barus mengungkapkan kronologi penggelapan tersebut bermula saat tersangka diminta menjual kopi ke pembeli di Kabupaten Rejang Lebong.

"Jadi kronologi kasus penggelapan SF yakni tersangka mendapat instruksi dari korban untuk menjual kopi kepada pembeli di Curup," ucap Barus.

Namun, uang hasil penjualan kopi tersebut disampaikan tersangka kepada korban bahwa belum dibayar sepenuhnya oleh pembeli.

"Kemudian uang dari penjualan kopi tersebut disampaikan kepada korban bahwa belum di bayar seluruhnya oleh pembeli dan masih terutang," jelas Barus.

Ternyata, uang tersebut telah sepenuhnya dibayar oleh pembeli dan telah digelapkan oleh tersangka.

Baca juga: Calon Polwan Dirudapaksa Oknum Polisi, Rekannya Malah Nonton dan Menyoraki, Hotman Paris Ikut Soroti

"Sementara keterangan dari pembeli bahwa kopi tersebut sudah seluruhnya di bayar. Nah uang itu lah yang diambil atau digelapkan oleh tersangka ini," ungkap Barus.

Ditambahkan Barus, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, aksi penggelapan tersebut sudah dilakukan sembilan kali.

"Jadi berdasarkan keterangan tersangka penggelapan ini sudah sekitar sembilan kali dilakukan," beber Barus.

Uang Dipakai ke Bali

Sementara itu, kasus ini turut menjadi sorotan publik setelah video yang menampilkan tersangka saat berada di tempat hiburan malam bersama seorang wanita beredar luas di media sosial.

Salah satu unggahan yang menarik perhatian publik dibagikan oleh akun @NeniPutri pada Selasa (14/4/2026).

Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan narasi terkait dugaan penggunaan uang oleh tersangka untuk gaya hidup, termasuk liburan, dugem, pesta minuman keras, hingga berjudi, sebagaimana tertulis dalam utas yang beredar.

Unggahan itu pun mendapat respons luas dari warganet, dengan jumlah tayangan mencapai lebih dari 300 ribu serta ratusan komentar.

Sejumlah pengguna media sosial turut memberikan tanggapan mereka melalui kolom komentar.

"Oh ini yang tadi lewat di utasku si selingkuhan suruh hapus vidio nya karn takut ortunya ngeliat nanti urusanya jadi kemana mana katanya tai lu giliran udah begini lu se enak jidat minta tolong hapus vidio itu resiko lu mau jadi selingkuhan suami orang mana harta nya juga harta mertuanya bukan murni milik tu laki ga bersukur banget jadi laki udah untung lu di kasih kepercayaan sama mertua lu buat jalanin usahanya malah lu pake buat selingkuh dan poya poya," tulis akun @itsmerieta.

"Gila yah... Menantu tak tau diri. Uang keluarga istrinya malah buat selingkuhannya.," tulis akun @ritasitihabiha.

"Ceweknya masih nyiumin krn msh ngira dia sang pemilik duit wkwkwkwk pas tau keblejok sampean," tulis akun @triwardani.

Sementara itu, Barus mengungkapkan, total uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi seperti berwisata ataupun hiburan.

"Berdasarkan keterangan tersangka uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi seperti masuk ke hiburan klub malam di Bali dan di Bengkulu," pungkas Barus.

Baca juga: Penatapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Disdik Banjarmasin Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

Bu Lurah Seligkuh

Suami stroke, bu lurah selingkuh dengan pak lurah lainnya. Nasibnya malah pilu.

Keduanya babak belur dihajar warga yang geram kelakuan dua aparat pemerintah itu.

Sebelumnya, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, digemparkan dengan kasus penganiayaan yang menimpa dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan.

Lurah Tode Kisar, Richardson Zacharias Therik alias Riki Therik (57), dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein, Lady D Amatae (43), mengalami luka serius di sekujur tubuh setelah diduga dianiaya oleh sejumlah keluarga dari pihak suami Lady Amatae pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT.

Dugaan adanya hubungan khusus di luar pernikahan antara kedua lurah tersebut memicu kemarahan keluarga hingga berujung pada tindakan main hakim sendiri.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan polisi, keluarga Lady sudah lama mencurigai adanya perselingkuhan antara Lady dan Riki.

Pada dini hari itu, keluarga mendapati Riki berada di rumah Lady.

Tanpa banyak bicara, mereka langsung menganiaya keduanya hingga babak belur.

Saat kejadian, suami Lady diketahui sedang berada di Kelurahan Lasiana karena menderita sakit stroke. 

Kondisi ini membuat keluarga Lady semakin murka ketika mendapati keberadaan Riki di rumah tersebut.

Baca juga: 39 Kendaraan Terjaring Razia ODOL Petugas Gabungan di Banjarbaru, Rata-rata Tak Miliki KIR

Penanganan Polisi

Tim patroli Raimas Ditsamapta Polda NTT yang dipimpin Aipda Dickson Hermanus Lay segera menuju lokasi setelah menerima laporan.

Setibanya di tempat kejadian, aparat mengamankan kedua lurah yang sudah berlumuran darah akibat penganiayaan.

Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.

Polda NTT melalui Kabid Humas Kombes Pol Henry Novika Candra membenarkan adanya kasus ini dan menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

“Benar ada kasus penganiayaan terhadap dua orang yang saat ini ditangani oleh Polda NTT. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Candra, Sabtu (4/4/2026).

Kasubdit Penmas Polda NTT, Kompol Marten Ardjon, menambahkan bahwa Lady sudah melayangkan laporan resmi ke polisi. 

Kedua lurah juga telah divisum dan mulai dimintai keterangan setelah kondisi mereka membaik.

"Kejadiannya pada Rabu (1/4/2026) dini hari. Keduanya diamuk karena kedapatan berada di rumah Ibu Lurah Fontein. Dugaan keluarga adanya hubungan perselingkuhan," ujar Kompol Marten Ardjon, Sabtu (4/4/2026).

Marten menjelaskan laporan polisi yang dilayangkan oleh Lady saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Menurutnya, kedua lurah itu juga sudah divisum dan dimintai keterangan.

"Kondisi mereka sudah pulih. Setelah kejadian itu Pak Riki langsung datang ke Polda NTT untuk kasih keterangan," pungkas Marten.

Kasus ini menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat.

(Tribunbengkulu.com/banjarmasinpost.co.id) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.