SURYA.CO.ID SURABAYA - Derby Suramadu kembali digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam. Persebaya Surabaya akan menjamu Madura United dalam laga pekan ke-28 Super League 2025/2026, dan menjadi ujian kebangkitan Bajol Ijo sekaligus pertarungan gengsi Jawa Timur.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena kondisi kedua tim yang berbeda. Persebaya masih dibayangi badai cedera dengan Ernando Ari, Bruno Moreira, dan Leo Lelis yang belum fit.
Sementara Madura United datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Persik Kediri yang memutus tren negatif 11 laga tanpa kemenangan.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan fokusnya adalah menyiapkan pemain yang tersedia.
“Saat ini fokus kami menyiapkan pemain yang ada. Mereka harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” ujarnya seperti SURYA.co.id kutip dari laman Persebaya.id
Baca juga: Arief Catur Catat 100 Laga Bersama Persebaya Surabaya, Kritik Bonek Sebagai Motivasi
Absennya Bruno Moreira menjadi kerugian besar bagi Bajol Ijo. Musim ini ia mencatat 23 pertandingan dengan torehan 9 gol dan 4 assist, terlibat langsung dalam 41 persen gol Persebaya.
Andhika Ramadhani dipastikan akan kembali diandalkan di bawah mistar, sebab Ernando Ari masih cedera.
Penampilannya saat melawan Persija meski kalah 0-3 tetap memberi harapan dengan tiga penyelamatan krusial.
Di sisi lain, Madura United berusaha keluar dari zona degradasi.
Saat ini mereka berada di peringkat 16 klasemen dengan 23 poin, hanya selisih satu poin dari Persis Solo.
Bicara soal Statistik, dalam tujuh pertemuan terakhir, Persebaya unggul dengan empat kemenangan. Madura United hanya sekali menang, sementara dua laga berakhir imbang.
Persebaya juga selalu menang dalam tiga laga kandang terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pertemuan terakhir pada 3 Januari 2026 berakhir dengan kemenangan Persebaya 1-0 di Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Gol tunggal kala itu menjadi bukti konsistensi Bajol Ijo menghadapi rivalnya.
Namun, Madura United pernah mencatat kemenangan besar 3-0 pada September 2023 di Gelora Bangkalan.
Hasil itu menjadi pengingat bahwa Derby Suramadu selalu penuh kejutan.
Head to head ini menunjukkan dominasi Persebaya, tetapi juga membuka ruang bagi Madura United untuk bangkit.
Dukungan penuh Bonek dan Bonita di Stadion GBT diharapkan menjadi energi tambahan bagi Bajol Ijo.
Persebaya masih tertahan di posisi keenam klasemen dengan 42 poin dari 27 laga. Persaingan di papan tengah semakin ketat dengan Persita dan Dewa United mengintai di bawah mereka.
Badai cedera membuat Tavares harus berpikir keras menyiapkan skema terbaik. “Karena banyaknya pemain yang cedera dan sakit, kami masih belum tahu siapa saja yang benar-benar siap bermain,” ungkapnya.
Madura United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan atas Persik Kediri. Fransiskus Alesandro atau Sandro tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist, dinobatkan sebagai Player of The Match.
Sandro menegaskan kemenangan itu menambah rasa percaya diri tim. “Tentu kemenangan ini menambah rasa percaya diri dan kami harus menjaga kekompakan tim ini untuk pertandingan selanjutnya,” katanya.
Dengan kondisi skuad yang pincang, Derby Suramadu menjadi ujian berat bagi Persebaya. Namun, tren positif head to head memberi modal penting bagi Bajol Ijo.