Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Banjir akibat luapan Sungai Jenes di Kota Solo merendam ratusan rumah pada Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4/2026) pagi.
Sejumlah wilayah terdampak, dan pemerintah setempat langsung bergerak melakukan penanganan serta penyaluran bantuan.
Setidaknya, ratusan kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kelurahan di sepanjang bantaran anak Sungai Bengawan Solo itu terdampak banjir.
Berdasarkan data yang diperoleh TribunSolo.com, berikut rincian wilayah terdampak:
Sebagian wilayah mulai berangsur surut pada Rabu siang.
Namun, beberapa titik seperti Kelurahan Joyontakan masih tergenang air.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menyiagakan petugas gabungan di berbagai titik banjir.
"Ini kita standby untuk bisa menjaga, dan kami menghimbau masyarakat untuk bisa menghubungi lurah dan camat masing-masing. Dan kami juga menerjunkan BPBD di setiap titik-titik, Pajang, Tipes, Bumi, Baron Cilik, Serengan, Joyontakan. Itu yang di wilayah Solo dan mungkin di wilayah kabupaten sekitar yang lebih besar," ungkap Respati saat ditemui di Makorem 074 Warastratama.
Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan wilayah kabupaten sekitar untuk mempercepat penanganan, dengan prioritas utama saat ini di Joyontakan.
"Dan kita sedang koordinasi dengan kabupaten sekitar, kita akan fokus ke Joyontakan dulu hari ini," lanjut dia.
Saat air mulai meluap, warga terdampak telah mengungsi secara mandiri.
Kini, sejumlah titik pengungsian tersedia di beberapa wilayah.
Beberapa lokasi pengungsian berada di Pajang, Joyontakan, Tipes, Bumi, serta Panularan.
Pemerintah juga telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan makanan sejak dini hari.
"Ada semalam, dari semalam ada pengungsian kelompok-kelompok yang hari ini. Pagi tadi dibantu oleh PMI, HIMPI Peduli, dari rekan-rekan semuanya. Makanan sudah terdistribusi hampir seribu makanan," jelas Respati.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam Laweyan hingga Serengan Solo, Warga Sebut Tahun Ini Paling Parah
Selain fokus pada penanganan pengungsi, Pemkot Solo juga menargetkan percepatan pemulihan pascabanjir.
"Dan tentunya ini benar-benar kita akan percepat pemulihan. Kita fokus percepat pemulihan," imbuh dia.
Respati mengungkapkan, banjir akibat luapan Sungai Jenes ini bukan pertama kali terjadi. Peristiwa serupa disebut pernah terjadi sekitar 20 tahun lalu.
"Jadi menurut informasi ini beberapa titik (terjadi banjir) 20 tahun yang lalu. Sebetulnya kami sedang pemulihan di sungai Jenes karena kita tahu yang terdampak itu di sekitar sungai Jenes semua," kata dia.
Ke depan, pembenahan Sungai Jenes akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna mencegah banjir serupa terulang.
"Jadi yang menjadi prioritas utama untuk pembenahan di sungai Jenes di tahun ini," pungkasnya.
(*)