Fenomena El Nino Godzilla, Wilayah Bekasi Terasa Sangat Panas Hari Ini
Dwi Rizki April 15, 2026 03:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Fenomena El Nino 'Godzilla' ramai menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di media sosial.

Istilah ini ramai dibahas karena dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem, yakni kemarau panjang dan penurunan curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia.

Fenomena ini diprediksi terjadi selama musim kemarau sekitar April hingga Oktober 2026.

Tak terkecuali wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Seperti pada hari ini, Rabu (15/4/2026) siang, teriknya matahari terasa sangat menyengat pada siang ini.

Akan tetapi, merujuk pada hari sebelumnya, hujan deras turun sepanjang malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan Kabupaten Bekasi menghadapi peralihan musim, artinya belum bisa disebut El Nino 'Godzilla'.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.

Baca juga: Audit Investigasi, Inspektorat Temukan 4 PNS Pemkab Bogor Terindikasi Jual Beli Jabatan

Kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan adanya hujan di sejumlah wilayah. Hal ini menjadi perhatian karena Kabupaten Bekasi masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

“Berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor berlaku hingga 30 April 2026,” ujar Dodi Supriadi pada Rabu (5/4/2026).

Dodi menerangkan, dengan kondisi tersebut masyarakat Kabupaten Bekasi diminta agar tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di masa peralihan musim.

BPBD Kabupaten Bekasi juga mengeluarkan sejumlah imbauan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

"Masyarakat diminta bijak dalam penggunaan air bersih, termasuk menghemat pemakaian dan segera memperbaiki kebocoran," imbuhnya.

Warga juga turut diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Untuk pencegahan kebakaran warga dihimbau tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, atau membuang puntung rokok sembarangan, karena risiko kebakaran meningkat tinggi,” kata Dodi.

Di sektor pertanian, petani dihimbau untuk mulai menyesuaikan pola tanam dengan menggunakan varietas tanaman yang tahan kekeringan serta mengoptimalkan pengelolaan air.

“Petani dihimbau menggunakan varietas padi atau tanaman yang tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, dan mengoptimalkan pengolahan air,” ucapnya.

Upaya menjaga lingkungan juga menjadi perhatian, di antaranya dengan mempertahankan pohon lindung di sekitar permukiman serta berpartisipasi dalam program pelestarian lingkungan.

“Upaya menjaga lingkungan harus menjadi perhatian bersama, di antaranya dengan mempertahankan pohon lindung di sekitar permukiman serta aktif dalam program pelestarian lingkungan,” imbuhnya.

Dari sisi kesehatan, Dodi meminta masyarakat turut  menjaga kebersihan lingkungan masing-masing guna mengantisipasi penyakit akibat debu dan memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga.

“Dari sisi kesehatan, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi penyakit akibat debu, sekaligus memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dodi menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas.

“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan masyarakat,” tandas Dodi. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.