Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Pionir Pengajaran AI di Sekolah
Endra Zulkarnain April 15, 2026 04:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia siang tadi menjadi saksi antusiasme para pendidik melalui kepala sekolah dalam menyelami masa depan dunia mengajar.

Menghadirkan Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Ridwan Mahenra, S.Kom., M.Cs.AI, talkshow bertajuk "Optimalisasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Ekosistem Pembelajaran Digital" ini membawa pesan kuat jika AI atau kecerdasan buatan hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan semakin mengoptimalisasi waktu mereka yang berharga.

Saat paparan ia menyoroti krisis waktu yang kerap dialami guru akibat beban administrasi yang menyita waktu mendidik.

Belum lagi dihadapkan pada tantangan kesenjangan era dimana pelajar saat ini sangat akrab dan melek teknologi.

"AI adalah solusi kolaboratif. Ia bekerja seperti asisten pribadi yang mampu membaca, merangkum, dan menulis dalam hitungan detik," ungkapnya di hadapan para kepala sekolah dalam agenda Musyawarah Cabang (Muscab) Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKS) SMK Swasta Kota Bandar Lampung Tahun 2026, Rabu (15/4/2026).

TALKSHOW - Dosen Universitas Teknokrat12
TALKSHOW - Dosen Universitas Teknokrat Indonesia beri talkshow di hadapan kepala sekolah SMK swasta se-Bandar Lampung terkait Optimalisasi Kecerdasan Artifisial dalam Ekosistem Pembelajaran Digital, Rabu (15/4/2026).

Teknologi ini memungkinkan buku paket atau modul resmi yang tebal diubah menjadi format obrolan suara (podcast) hanya dengan satu klik.

Inovasi yang dinilai sangat efektif untuk memfasilitasi gaya belajar siswa auditori sekaligus memecah kebosanan membaca literatur yang kaku.

Tak hanya itu, Ridwan mendemonstrasikan bagaimana menyusun kerangka slide presentasi secara otomatis hanya dari rangkuman materi.

Guru tidak lagi perlu menghabiskan waktu berjam-jam setiap malam untuk mendesain materi dari nol.

AI yang Jujur Jadi Solusi Atas Fenomena Halusinasi

Ridwan juga memberikan edukasi penting mengenai kelemahan AI umum yang sering mengarang bebas atau berhalusinasi.

Sebagai solusinya, ia memperkenalkan sistem AI yang sumber jawabannya bisa dibatasi secara ketat hanya dari buku paket atau dokumen PDF yang diunggah oleh guru.

"Keunggulan mutlaknya, AI hanya akan menjawab berdasarkan buku yang diunggah dan menyertakan petunjuk halaman aslinya. Jadi, validitas materi tetap terjaga," jelas Ridwan.

Teknologi AI tersebut sangat mudah diakses tanpa memerlukan laptop berspesifikasi tinggi. 

Menjadi alternatif lain dalam penggunaan AI di luar yang biasa digunakan seperti Chat GPT atau Gemini.

Bahkan secara detail Ridwan mengajari para peserta mengenai anatomi prompt, di mana guru bisa belajar memberikan perintah yang tepat agar hasil yang diberikan AI lebih spesifik dan siap pakai untuk menyusun RPP hingga rubrik penilaian siswa.

kepsek bertanya 13
TALKSHOW - Salah satu kepala sekolah mengapresiasi talkshow terkait Optimalisasi Kecerdasan Artifisial dalam Ekosistem Pembelajaran Digital oleh dosen Universitas Teknokrat Indonesia, Rabu (15/4/2026).

Kolaborasi Berlanjut

Ketua FKKS SMK Kota Bandar Lampung Suprihatin, SPd di kesempatan yang sama menyampaikan harapan agar kolaborasi baik dengan Universitas Teknokrat Indonesia ini bisa berlanjut.

"menjadi masukan buat pendidik dan juga sekolah-sekolah agar memanfaatkan teknologi yang ada termasuk AI ini. Harapannya ke depan bisa berkolaborasi lebih lanjut dengan Universitas Teknokrat Indonesia. Jangan sampai kita tertinggal," kata Suprihatin.

Senada dikatakan Sigit Haryadi,S.ST.Par.,M.Par selaku Kepala SMK Kridawisata Bandar Lampung yang menilai kehadiran AI menjadi wawasan baru yang penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Ia menekankan kepala sekolah dan guru perlu menjadi pihak pertama yang memahami teknologi tersebut sebelum diterapkan kepada siswa.

Menurutnya, pemahaman awal ini penting agar implementasi AI di sekolah dapat berjalan optimal.

Sigit menambahkan, ke depan pihaknya akan menindaklanjuti hasil kegiatan ini melalui program pelatihan bagi kepala sekolah dan guru.

Program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

“Harapannya, setelah kami memahami, kami bisa menularkan praktek baik ini kepada guru dan siswa di sekolah,” katanya.

Selain itu, ia juga membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Teknokrat Indonesia guna meningkatkan motivasi belajar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) adalah Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi salah satu langkah nyata dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspon secara bijak dan adaptif oleh para pendidik.

“Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di bidang pendidikan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi AI. Kami percaya AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi memperkuat kapasitas mereka agar lebih fokus pada proses pembelajaran yang bermakna,” papar Rektor.

Rektor menegaskan, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan selaras dengan komitmen global dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.

Menurutnya, inovasi seperti yang diperkenalkan dalam kegiatan di Universitas Teknokrat Indonesia menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi.

Bagi siswa SMA/SMK/MA yang telah lulus mari kuliah di tempat yg bermutu akreditasi unggul dan baik sekali di Universitas Teknokrat Indonesia, daftar online spmb.teknokrat.ac.id dan datang langsung ke kampus.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Sulis Setia Markhamah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.