Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadikan sebuah meme "minion" oleh Iran lewat sebuah video Artificial Intelegence (AI).
Video satire tersebut dirilis oleh Kedutaan Besar Iran di Rusia.
Dalam video tersebut, Trump digambarkan sebagai karakter "minion" dari Despicable Me.
Trump digambarkan tengah berdiri di atas papan kayu dan dekat bendera AS sambil menyatakan rencananya membuka kembali Selat Hormuz.
Upaya Trump tersebut digambarkan gagal dengan simbol visual selat yang tertutup dilapisi pita peringatan.
Adegan lain dalam video itu menampilkan sejumlah perwakilan pendukung sekutu Barat.
Sedangkan sosok perwakilan Iran digambarkan sebagai pengendali situasi yang siap menekan sebuah tombol simbolis.
Video satire itu lantas dinilai sebagai salah satu strategi komunikasi Iran di tengah konflik Iran dan AS.
Pakar propaganda, Ian Garner, menyebut fenomena ini sebagai bentuk baru propaganda digital yang memanfaatkan teknologi murah namun memiliki jangkauan luas.
Menurutnya, penggunaan format humor dan satire membuat pesan politik lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama di era media sosial yang serba cepat.
Kendati demikian, Garner mengingatkan adanya risiko dari pendekatan tersebut.
Pasalnya, penyajian konflik dalam bentuk konten yang ringan dapat mengaburkan realitas perang yang sebenarnya.
==================