Tarif Travel di Malinau Bakal Disesuaikan, Pendapatan Tergerus Imbas Kenaikan Harga Dexlite
Cornel Dimas Satrio April 19, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite per liter mulai memicu tekanan besar terhadap tarif angkutan travel lintas kecamatan-kabupaten di Malinau.

Lonjakan harga yang mencapai Rp10.450 per liter dari harga sebelumnya tersebut memaksa para penyedia jasa transportasi rute Malinau-Tanjung Selor dan sekitarnya melakukan perhitungan ulang terhadap biaya operasional harian.

Kondisi ini dianggap sangat memberatkan karena sebagian besar armada travel kelas menengah ke atas di Malinau menggunakan mesin diesel yang membutuhkan asupan Dexlite untuk menjaga performa mesin.

Selisih kenaikan harga yang mencapai lebih dari 70 persen mengakibatkan margin keuntungan para sopir tergerus tajam hanya untuk menutupi kebutuhan bahan bakar dalam satu kali perjalanan.

18042026 jalan raya Malinau 01
TARIF TRAVEL MELONJAK - Aktivitas moda transportasi darat di Malinau Kota, Kalimantan Utara. Biaya operasional travel di Malinau melonjak tajam imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi Dexlite hingga 70 persen, sopir pertimbangkan penyesuaian tarif, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Pengawas SPBU di Sengkawit Tanjung Selor Sebut Pembeli Masih Normal

Sopir travel rute Malinau-Tanjung Selor, Jumadi menjelaskan konsumsi bahan bakar untuk satu kali trip pulang-pergi biasanya menghabiskan sekitar 50 hingga 60 liter tergantung beban muatan.

"Kenaikan ini pasti terasa sekali karena dalam sekali jalan kiya bisa habis satu juta rupiah lebih hanya untuk beli Dexlite saja," ujarnya melalui telepon seluler, Minggu (19/4/2026).

Sebelumnya, biaya BBM masih berada di kisaran Rp700 ribuan. Saat ini, kata Jumadi, angka tersebut melonjak drastis sehingga pendapatan bersih yang dibawa pulang ke rumah berkurang signifikan.

Situasi di lapangan menunjukkan para sopir mulai menjalin komunikasi intensif untuk membicarakan kemungkinan penyesuaian tarif angkutan penumpang guna mengimbangi pembengkakan biaya operasional.

Di sisi lain, pengguna angkutan barang antarkecamatan, Lias mengatakan saat ini imbas kenaikan harga belum berpengaruh signifikan.

Namun, ada kekhawtiran khususnya bagi aktivitas usaha terutama daerah perbatasan Malinau kemungkinan yang paling rerasa dampaknya.

"Karena mungkin yang paling terdampak itu daerah pedalaman. Di sini kan banyak mobil diesel. Kalau kenaikan segitu mau tidak mau memang harganya perlu dihitung ulang," katanya.

18042026 jalan raya Malinau 02
TARIF TRAVEL MELONJAK - Aktivitas moda transportasi darat di Malinau Kota, Kalimantan Utara. Biaya operasional travel di Malinau melonjak tajam imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi Dexlite hingga 70 persen, sopir pertimbangkan penyesuaian tarif, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik: Segini Harga BBM di Kaltara Hari Ini

Kenaikan harga Dexlite ini juga dipastikan akan berdampak pada jasa pengiriman barang titipan yang biasanya menumpang pada armada travel karena adanya biaya tambahan beban muatan yang kian mahal.

Hingga saat ini, aktivitas di pangkalan travel sekitar Terminal Malinau Kota terpantau masih berjalan normal meski para sopir lebih banyak menghabiskan waktu berdiskusi mengenai strategi bertahan di tengah mahalnya harga BBM.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.