Sistem Kesehatan Jakarta Diprediksi Kacau Balau Saat Muncul El Nino Godzilla: Rentan Overload Pasien
willy Widianto April 15, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Indonesia bakal mengalami fenomena El Nino Godzilla. El Nino Godzilla diprediksi bakal memicu cuaca panas yang ekstrem.

Baca juga: Indonesia Bakal Alami El Nino Godzilla, Dirut Bulog: Petani Justru Senang karena Gabah jadi Kering

Terkait hal tersebut Peneliti Global Health Security dan Pakar Epidemiologi, Dicky Budiman menyebut bahwa Jakarta memang memiliki sistem kesehatan yang relatif lebih baik dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. 

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menjamin kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem. “Jadi bahwa secara struktural sistem kesehatan di Jakarta tentu relatif lebih siap dibanding daerah lain tapi ya belum sepenuhnya adaptif terhadap risiko iklim ekstrem ya apalagi bicara El Nino Godzilla kuat ini ya,” ujar Dicky pada keterangannya, Rabu (15/4/2026). 

Artinya, secara jumlah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas memang cukup. Namun, persoalan muncul ketika terjadi situasi darurat yang kompleks atau disebut multi hazard.

Misalnya, saat panas ekstrem terjadi bersamaan dengan polusi udara tinggi dan munculnya penyakit infeksi.  Dalam kondisi seperti ini, beban layanan kesehatan bisa meningkat tajam dalam waktu singkat.

“Apalagi kalau ada panas ekstrem dengan polusi dan adanya wabah misalnya atau penyakit infeksi itu akan sangat rentan overload ya,” ujarnya.

Kondisi overload ini berarti fasilitas kesehatan bisa kewalahan, baik dari sisi tenaga medis, ruang perawatan, maupun ketersediaan alat. Tidak hanya soal kapasitas pelayanan, sistem pemantauan penyakit juga menjadi perhatian. 

Baca juga: El Nino Godzilla Picu Cuaca Ekstrem, IDAI Minta Anak Lebih Banyak di Ruangan

Saat ini, sistem seperti e-wars dan SKDR memang sudah berjalan, tetapi dinilai masih bersifat reaktif. Artinya, sistem baru merespons setelah kasus muncul, bukan mencegah sejak awal melalui peringatan dini berbasis risiko iklim.

Padahal, dalam situasi perubahan iklim pendekatan preventif menjadi sangat penting.
Selain itu, Jakarta juga dinilai belum memiliki sistem peringatan gelombang panas yang terintegrasi dengan risiko Kesehatan seperti yang sudah diterapkan di kota-kota besar dunia.

Hal ini membuat masyarakat belum mendapatkan informasi yang cukup cepat dan akurat untuk melindungi diri saat suhu ekstrem terjadi. Dalam kondisi seperti ini, risiko terbesar bukan hanya berasal dari panas itu sendiri, tetapi kombinasi berbagai faktor.

Kelompok yang paling rentan pun sudah dapat diidentifikasi, yakni lansia, anak-anak, pekerja di luar ruangan, serta penderita penyakit kronis seperti jantung, paru, dan diabetes.

Masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah di perkotaan juga menjadi kelompok berisiko tinggi, karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan ventilasi yang baik. Melihat kondisi tersebut, diperlukan langkah mitigasi yang lebih serius dan terstruktur.

Mulai dari penyediaan ruang publik yang sejuk, sistem peringatan dini berbasis suhu dan kelembaban, hingga penguatan layanan kesehatan di tingkat primer. Di sisi lain, masyarakat juga perlu dilibatkan melalui edukasi dan perubahan perilaku.

Baca juga: Waspadai Kulit Kering di Tengah Cuaca Panas ‘El Nino Godzilla’ dan Paparan AC

Mulai dari menjaga hidrasi, mengatur aktivitas harian, hingga mengenali tanda-tanda bahaya akibat panas ekstrem. Tanpa kesiapan yang matang, fenomena El Nino Godzilla berpotensi memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan, terutama di wilayah padat seperti Jakarta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.