Kapolda Papua Barat: Komunikasi Jadi Kunci Redam Konflik di Papua Barat
Roifah Dzatu Azmah April 15, 2026 05:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kapolda Papua Barat, Alfred Papare, menekankan pentingnya komunikasi dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi langsung bersama tokoh lintas agama dan Kerukunan Keluarga Suku Nusantara yang digelar di Manokwari, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengungkapkan bahwa penugasannya di Papua Barat memiliki makna tersendiri, tidak hanya sebagai tanggung jawab institusi, tetapi juga sebagai proses penguatan secara pribadi dan spiritual.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Tatap Muka Tokoh Lintas Agama, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

“Saya merasa masuk ke Manokwari ini seperti dicas kembali. Setelah energi penuh, kita siap menjalankan tugas di tempat lain yang mungkin sudah disiapkan Tuhan,” ujarnya.

Ia juga berbagi pengalaman selama bertugas, termasuk saat menghadapi dinamika keamanan di wilayah Papua Tengah yang tergolong rawan.

Menurutnya, pendekatan komunikasi langsung menjadi kunci dalam meredam konflik.

Kapolda bahkan mengaku pernah berkomunikasi langsung dengan pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan. Dari dialog tersebut, ia mencoba memahami latar belakang persoalan yang dihadapi.

“Jangan langsung melihat perbuatannya, tapi cari tahu apa masalahnya. Kalau kita mau komunikasi, pasti ada jalan keluar,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mencontohkan langkah kemanusiaan yang dilakukan, seperti membantu pendidikan anak dari pihak yang terdampak konflik agar bisa kembali bersekolah.

Baca juga: Lorentinus Riwu Ungkap Alasan Penutupan Sementara Tiga Dapur SPPG di Kaimana

Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat sangat penting untuk mendengar langsung aspirasi dan persoalan yang terjadi di lapangan.

“Motto saya komunikasi dan kenyamanan. Kita tidak akan tahu masalah masyarakat kalau tidak turun langsung,” katanya.

Kapolda juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak mudah terprovokasi oleh simbol-simbol tertentu yang kerap disalahartikan. 

Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog dan saling menghargai.

Melalui forum tatap muka ini, diharapkan terjalin sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi Papua Barat tetap aman dan kondusif.

“Selama komunikasi tidak putus, kita masih punya harapan untuk menyelesaikan persoalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.