Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan
Ajie Gusti Prabowo April 15, 2026 05:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendistribusikan bantuan dari pemerintah pusat berupa tiga unit drone canggih pada beberapa wilayah sentra pertanian di Kabupaten Bangka Selatan. Bantuan tersebut disalurkan kepada petani melalui pengelolaan brigade pangan agar dapat dimanfaatkan secara kolektif. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, dua unit drone ditempatkan di Desa Rias, Kecamatan Toboali. Sementara satu unit lainnya dialokasikan untuk Kecamatan Pulau Besar yang mencakup Desa Betumpang. Penempatan ini disesuaikan dengan potensi lahan dan kebutuhan petani setempat.

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi teknologi di sektor pertanian daerah. Drone tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan pertanian tanaman pangan, terutama dalam proses pemupukan dan penyemprotan. Penggunaan teknologi ini dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga petani dibandingkan metode konvensional. 

"Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan akurasi distribusi pupuk dan pestisida," ujar Risvandika, Selasa (14/4).

Pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan teknologi tersebut melalui pelatihan intensif. Para operator dan pengelola telah mengikuti pelatihan selama tujuh hari di Tangerang sebelum kembali ke daerah. Saat ini, para operator tengah melakukan uji coba di lapangan guna meningkatkan keterampilan mereka.

Tahap implementasi di lapangan terus dipantau agar penggunaan drone berjalan efektif dan sesuai kebutuhan petani. Pemerintah daerah juga mendorong para operator untuk terus mengasah kemampuan agar dapat menguasai kondisi riil di lapangan. Ke depan, teknologi ini ditargetkan dapat digunakan secara luas oleh masyarakat. "Sekarang mereka sudah bisa mengoperasikan drone dan memiliki sertifikat," paparnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengatur mekanisme penggunaan drone melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Rapat akan melibatkan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pengguna alat untuk menyusun tata kelola yang tepat. Hal ini penting agar pemanfaatan drone berjalan tertib dan maksimal.

"Kita akan rapat bersama pengurus, kelompok tani maupun Gapoktan untuk mengatur tata cara penggunaan alat tersebut," jelas Risvandika. 

Pihaknya juga mengaku, masih mengkaji skema pemanfaatan drone pertanian sebelum diterapkan kepada petani. Kajian ini dilakukan untuk memastikan penggunaan alat berjalan efektif dan tidak membebani petani. 

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan aspek biaya operasional serta keberlanjutan alat di lapangan. Keputusan final akan ditetapkan setelah melalui analisis menyeluruh terhadap penggunaan di lapangan. "Sewa atau seperti apa itu belum kita tetapkan, nanti kita lihat dulu hasil dari analisa pemakaian di lapangan," ujar Risvandika.

Risvandika menjelaskan, satu unit drone memiliki kapasitas kerja yang cukup besar dalam sekali penggunaan. Teknologi ini mampu menjangkau lahan hingga 50 hektare, sehingga dinilai sangat efisien dibanding metode manual. Dengan kemampuan tersebut, penggunaan drone diyakini mampu mempercepat pekerjaan di sektor pertanian. "Satu alat ini bisa digunakan untuk lahan seluas 50 hektare dalam sekali pakai," kata Risvandika.

Risvandika menambahkan, kondisi pertanian di Bangka Selatan yang didominasi sistem tabela menjadi pertimbangan penting dalam pemanfaatan drone. Sistem tabur benih langsung ini memiliki karakteristik tersendiri dibanding metode tanam lainnya. Evaluasi ini akan menjadi dasar pengembangan penggunaan drone ke depan. 

"Hasil rapat ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan resmi dalam pemanfaatan drone pertanian di Bangka Selatan," pungkas Risvandika. (u1)

Berpeluang Dapat Tambah Bantuan
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan membuka peluang penambahan bantuan drone pertanian dari pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi pangan di daerah. Saat ini, bantuan yang telah diterima baru mencapai tiga unit, sementara kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar. 

Dengan total 25 brigade pangan yang tersebar, keberadaan teknologi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja. Upaya ini juga menjadi bagian dari dorongan modernisasi sektor pertanian di daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan daerahnya masih berpeluang mendapatkan tambahan bantuan signifikan tahun ini. Kebutuhan drone masih belum terpenuhi secara menyeluruh untuk mendukung operasional brigade pangan. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terus mengupayakan tambahan bantuan dari pusat.

"Insya Allah masih ada tambahan bantuan lagi karena sementara ini bantuan diberikan hanya tiga unit," kata Risvandika, Selasa (14/4).

Risvandika berujar, peluang tersebut muncul seiring komitmen pemerintah pusat dalam mendukung modernisasi sektor pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Terdapat potensi tambahan hingga 22 unit drone yang dapat dialokasikan untuk Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini sejalan dengan janji Menteri Pertanian untuk membantu brigade pangan di daerah tersebut.

"Insya Allah kita berusaha untuk mendapatkan bantuan tersebut pada tahun ini karena masih akan ada pembagian alsintan," ujar Risvandika.

Risvandika berharap, keberadaan drone pertanian ini juga menjadi langkah awal transformasi teknologi di sektor pertanian Bangka Selatan. Saat ini, daerah tersebut menjadi satu-satunya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah memiliki fasilitas tersebut. 

Kondisi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengadopsi teknologi modern. "Apalagi alat ini baru dan hanya Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkas Risvandika. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.