12 Kapal Perang AS Dikerahkan untuk Blokade Selat Hormuz, Iran Klaim Masih Aman
Noval Andriansyah April 15, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Iran - Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer besar di sekitar Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Rabu (15/4/2026) menyebut lebih dari 12 kapal perang dan lebih dari 100 pesawat diterjunkan untuk menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Langkah ini membuat kawasan jalur pelayaran penting dunia itu semakin tegang.

Menurut Angkatan Laut AS, berbagai jenis kapal perang dilibatkan dalam operasi tersebut. Mulai dari kapal induk yang membawa jet tempur dan pesawat pengintai, hingga kapal perusak yang dilengkapi sensor dan persenjataan untuk mencegat kapal yang dianggap melanggar aturan.

Selain itu, ada juga kapal serbu amfibi yang mengangkut ratusan Marinir, kapal dok angkut amfibi dengan helikopter dan pesawat angkut Osprey, hingga kapal tempur pesisir yang dapat melakukan pelacakan dan penanggulangan ranjau.

Namun, di tengah pengerahan kekuatan militer itu, muncul laporan berbeda dari media Iran.

Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Buat Pendapatan Rusia Melejit, Tembus Rp325 Triliun!

Dikutip dari Tribunnews.com, Media PresTV melaporkan setidaknya dua kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran tetap berhasil melintasi Selat Hormuz meski ada ancaman blokade dari militer AS.

Mengutip data penyedia informasi maritim Kpler, kapal pengangkut barang curah berbendera Liberia bernama Christianna disebut melintas setelah membongkar sekitar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini.

Kapal tersebut tercatat melewati Pulau Larak di Selat Hormuz sekitar pukul 16.00 GMT pada 13 April.

Kapal lain yang dilaporkan melintas adalah kapal tanker berbendera Komoro bernama Elpis. Kapal ini membawa sekitar 31.000 ton metanol setelah berangkat dari pelabuhan Bushehr di Iran pada 31 Maret.

Data pelayaran menunjukkan Elpis berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan keluar dari selat beberapa jam kemudian.

Selain itu, satu kapal tanker asal China bernama Rich Starry juga dilaporkan melintas melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.

AS bantah kapal berhasil lolos

CENTCOM membantah laporan tersebut. Militer AS menyatakan tidak ada kapal yang berhasil keluar masuk pelabuhan Iran sejak blokade diberlakukan.

Menurut CENTCOM, lebih dari 10.000 personel militer AS—terdiri dari pelaut, marinir, dan penerbang—terlibat dalam operasi tersebut.

“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS,” tulis CENTCOM melalui akun X, Rabu (15/4/2026).

Mereka juga menyebut enam kapal dagang sempat diarahkan untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran di Teluk Oman.

CENTCOM menegaskan blokade itu diterapkan terhadap semua kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di Teluk Persia maupun Teluk Oman.

Meski begitu, AS menyatakan kapal yang hanya melintas di Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran tetap diperbolehkan berlayar.

“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.