Renungan Harian Kristen 16 April 2026 - Menemukan Perspektif Karya Penyelamatan Allah
Suci Rahayu PK April 15, 2026 07:11 PM

Renungan Harian Kristen 16 April 2026 - Menemukan Perspektif Karya Penyelamatan Allah

Bacaan ayat: Hakim-hakim 3:8 (TB)  Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.

 Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Kabar tentang perang hari ini sedang viral. Kita semua tentu prihatin. Apapun alasannya, perang akan berdampak secara global.

Faktanya bagi mereka yang mengalami, masing-masing akan yakin bahwa pilihannya benar. Yang satu mempertahankan wilayah kedaulatan, yang lain merasa terancam.

 Bagi para pelaku bisnis, perang mempengaruhi proses jual beli. Bisa-bisa gulung tikar karena hasil yang diperoleh tidak lagi menguntungkan. Bagi pengamat politik, perang dipahami sebagai cara untuk mempertahankan wilayah dan memberi pengaruh. Pihak yang kuat akan mendominasi pihak yang lemah.

 Sementara para ahli strategi akan fokus pada prediksi tentang pihak yang unggul didasarkan pada strategi yang dilakukan. Bagaimana dengan sudut pandang karya penyelamatan Allah?

Adakah yang menemukan pesan-Nya yang sedang dinyatakan? 

Keberhasilan umat Tuhan memasuki tanah perjanjian menjadi sukses yang gilang gemilang. Masing-masing telah mendapat tanah warisan yang akan dimiliki secara turun temurun.

Sayangnya alih generasi tidak selalu berhasil mewariskan iman tentang Allah yang telah menolong. Pada sebuah generasi umat Tuhan kedapatan tidak setia dengan beribadah kepada para Baal dan para Asyera, sesembahan bangsa-bangsa lain. 

Pengaruhnya sangat kuat mengingat masih ada beberapa bangsa yang tinggal bersama dengan umat Tuhan di wilayah yang sama. 

Tiba-tiba malapetaka muncul. Mereka ditaklukkan oleh Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia.

Secara politik ini sebuah kewajaran, dimana bangsa yang lebih kuat akan menguasai mereka yang lemah. Dalam hal strategi, bisa jadi umat Tuhan kalah jumlah sehingga mudah ditundukkan. Ini kehancuran. Tertindas oleh bangsa lain ialah malapetaka. 

Sebuah kondisi tragis dan mengenaskan, mengingat bahwa umat Tuhan pernah berjaya pada masa lalu. Dalam geopolitik global, tidak ada yang istimewa ketika sebuah bangsa ditaklukkan bangsa yang kuat. 

Alkitab justru menyajikan cerita tersebut dalam prespektif yang berbeda. Kekalahan umat sedang menampilkan sebuah murka Tuhan yang tidak mau diduakan.

Allah selalu menuntut kesetiaan yang total kepada umat, sehingga penyembahan kepada sesembahan lain akan dinilai sebagai ketidaktaatan dan pemberontakan.

Mengapa? Bukankah umat memiliki hak pilih terhadap siapa atau apa yang akan disembahnya? 

Waspadalah, bahwa pertanyaan protes ini menjadi sesat pikir yang fokus pada keberadaan diri sendiri, dan bukan tentang Allah. 

Dipastikan akan menjadi berbeda ketika memahami bahwa keberadaan umat ialah inisiatif dari Allah sendiri. 

Panggilan kepada Abraham telah membuat fokus jatuh pada Allah yang berkarya. Jika Ia menghendaki kesetiaan; itu sudah menjadi sebuah keharusan, mengingat Allah lah yang menjadi pusat kehidupan. 

Fakta ini perlu dipahami oleh umat Tuhan pada setiap generasi agar kehidupan mereka terus berfokus pada Allah di sepanjang sejarah keberadaan mereka. Bahwa Allah yang beranugerah.

Hingga hari ini, penting bagi kita untuk melihat segala perkara dalam prespektif karya penyelamatan Allah.

Prespektif ini penting agar kita tidak tersesat pada pola paham yang berpusat pada diri sendiri. Bahkan dalam peristiwa yang dianggap biasapun, selalu ada karya yang sedang Allah nyatakan. 

Dalam prespektif karya penyelamatan Allah, perang menjadi pengingat untuk hidup dalam damai.

 Bahwa ditengah kehancuran sekalipun, selalu terselip pengharapan akan kehidupan yang penuh dengan kedamaian. Lihat segala perkara dari prespektif karya penyelamatan Allah, maka kita akan menemukan karya-Nya setiap hari. Amin.

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.