Lebih Irit Mana Mobil Hybrid Atau Listrik? Hasil Pengujiannya Mengejutkan
rival al manaf April 15, 2026 07:14 PM

TRIBUNJATENG.COM - Di saat isu efisiensi energi digaungkan pemerintah, mobil elektrifikasi baik itu hybrid atau listrik kini jadi pilihan.

Namun, mana sebenarnya dari dua teknologi itu yang sebenarnya lebih irit dan efisien?

Dari segmen mobil paling digemari di Indonesia misalnya MPV 7 penumpang ada BYD M6 yang mengusung tenaga listrik murni, serta Toyota Veloz Hybrid yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik.

Meski berada di segmen 7 penumpang, keduanya menawarkan pendekatan berbeda, termasuk dalam hal biaya operasional harian.

Baca juga: Polytron G3 Series Hemat Hingga 9 Kali, Solusi Mobil Listrik di Tengah BBM Naik

Baca juga: Mobil Hybrid dan Listrik Kian Dilirik

Mana mobil yang lebih irit di antara keduanya? mengutip dari kompas.com berikut ulasannya.

Secara spesifikasi, BYD M6 yang dipasarkan di Indonesia dibekali baterai berkapasitas 55,4 kWh untuk tipe Standard dengan jarak tempuh 420 km.

Sementara tipe Superior menggunakan baterai 71,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 530 km.

Di sisi lain, Veloz Hybrid mengandalkan mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan transmisi CVT.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 111 PS atau sekitar 109,4 hp pada 5.500 rpm.

Untuk torsi, mesin bensin menghasilkan 121 Nm, sementara motor listrik menyumbang 141 Nm.

Untuk melihat perbandingan biaya, saya menggunakan simulasi penggunaan harian dengan rute Jakarta–Tangerang pulang-pergi sejauh 60 km selama 30 hari.

Berdasarkan pengujian redaksi, konsumsi daya BYD M6 berada di angka 5,7 km per kWh.

Artinya, untuk menempuh jarak 60 km, mobil ini membutuhkan sekitar 10,5 kWh energi listrik.

Jika mengacu pada tarif pengisian di SPKLU sebesar Rp 2.466,74 per kWh dan dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 27.000 per hari.

Dalam 30 hari, total biaya operasionalnya mencapai Rp 810.000.

Sementara itu, Veloz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 23,5 km per liter.

Dengan asumsi menggunakan Pertamax (RON 92) seharga Rp 12.300 per liter per April 2026, maka untuk menempuh jarak 60 km dibutuhkan biaya sekitar Rp 30.750 per hari.

Jika dikalikan 30 hari, total biaya bahan bakar yang diperlukan mencapai Rp 922.500.

Dari simulasi tersebut, selisihnya sekitar Rp 100.000 per bulan untuk penggunaan harian dengan jarak yang sama.

Namun demikian, selisih tersebut tidak terlalu jauh, sehingga ada sejumlah faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan.

Mobil hybrid seperti Veloz tetap memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas.

Pengisian bahan bakar dapat dilakukan dengan cepat di SPBU yang sudah tersebar luas, tanpa perlu khawatir soal ketersediaan infrastruktur seperti SPKLU.

Selain itu, hybrid juga tidak memiliki kekhawatiran terkait jarak tempuh dalam penggunaan jarak jauh, karena tetap mengandalkan mesin bensin.

Hal ini membuatnya lebih mudah digunakan di berbagai kondisi, termasuk di luar kota besar atau luar Pulau Jawa.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah jaringan purna jual.

Mobil bermesin bensin maupun hybrid umumnya memiliki jaringan bengkel yang lebih luas serta ketersediaan suku cadang yang lebih merata.

Sementara itu, ekosistem mobil listrik di Indonesia masih terus berkembang dan cenderung terpusat di wilayah tertentu. 

45 Persen Warga Jateng Beli Hybrid

Di tengah konflik timur terngah yang terus membuat isu harga BBM bergejolak, warga Jateng kini mulai beralih ke teknologi mobil hybrid.

Nasmoco, diler Toyota di Jateng dan DIY yang merupakan pemimpin pasar otomotif di wilayah tersebut menyebut kontribusi penjualan mobil hybrid sudah cukup tinggi.

"Di kuartal pertama tahun ini sudah sekitar 45 persen kontribusinya untuk total penjualan di Jateng," terang Marketing Division Head Nasmoco Group Heribertus Budi.

Toyota memiliki line up mobil hybrid terlaris yakni Innova Zenix dengan konsumsi BBM 19 KM perliter, Veloz dengan 24 KM perliter dan Yaris Cross dengan konsumsi 29 KM perliter.

"Bahkan Veloz Hybrid yang baru datang di Jateng Februari lalu sudah ada sekitar 450 SPK sampai saat ini," tambah Heri.

Untuk mewadahi antusias masyarakat dengan teknologi hybrid terbaru Toyota mereka kemudian menggelar pameran Nasmoco Fiesta 65 Tahun di Atrium DP Mall Semarang dari 15 hingga 19 April 2026.

Di sana dipamerkan kendaraan dengan teknologi ramah lingkungan, dengan memamerkan sederet produk berteknologi Hybrid EV, salah satunya melalui Toyota Veloz Hybrid EV.

Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, kehadiran Veloz Hybrid EV menjadi jawaban bagi keluarga cerdas yang menginginkan kendaraan mewah, fitur keselamatan canggih Toyota Safety Sense (TSS), namun tetap sangat irit BBM dilengkapi fasilitas layanan bengkel terlengkap.

"Pameran ini adalah apresiasi kami bagi pelanggan setia Toyota yang menginginkan mobil dengan kemudahan pembelian sesuai kebutuhan, beragam pilihan lineup mobil, performa tangguh dan nilai jual kembali yang tetap terjaga,” imbuh President Director Nasmoco Group, Benny Redjo Setyono

Selama pameran berlangsung, pengunjung akan disuguhi pameran dengan konsep “one stop solution” yang menjawab semua kebutuhan pelanggan Toyota.

Mulai dari tampilan dan lineup mobil display yang menarik, layout dan atmosfer pameran dengan balutan visual warna-warni yang mencolok, merepresentasikan keceriaan keluarga masa kini dan optimisme dengan tetap mengusung misi eco-friendly, sejalan dengan teknologi Toyota yang ramah lingkungan.

Beragam mobil test drive juga disediakan untuk menjawab rasa penasaran pengunjung merasakan sensasi di balik kemudi mobil hybrid Toyota. M

ulai dari performa mesin, kabin yang senyap dan luas untuk keluarga, hingga kemudahan fitur yang membuat berkendara di perkotaan maupun luar kota menjadi lebih menyenangkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.