SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru melakukan peninjauan sekaligus menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas berdialog langsung dengan para petani.
Ia menanyakan kondisi ketersediaan pupuk bersubsidi hingga harga gabah di lapangan.
"Pupuk masih ada diskon tidak?" tanya Zulhas kepada petani.
"Masih," jawab petani.
Zulhas kemudian memastikan distribusi pupuk berjalan lancar.
"Lancar ya, jadi sebelum tanam pupuk sudah ada?" tanyanya.
“Ada, lancar Pak,” sahut petani.
Baca juga: Polisi Cegat Truk Muatan 10 Ton Pupuk Subsidi di Muara Enim, Sopir Hingga Pemilik Kios Diringkus
Zulhas menegaskan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi, khususnya di Sumatra Selatan, dalam kondisi aman.
Bahkan, pemerintah saat ini memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen.
"Perbaikan tata kelola pupuk berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian. Dulu pupuk datang setelah panen, sekarang sebelum tanam. Dampaknya produksi petani naik 8 persen,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia kini tidak lagi mengimpor beras.
Pada 2024 Indonesia masih impor 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand.
Tahun 2025 tidak impor lagi, bahkan surplus 4,2 juta ton, sebagian juga ada dari Sumsel.
Selain itu, harga gabah petani juga mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya Rp3.500 menjadi Rp6.500 per kilogram.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Maryono, memastikan bahwa prioritas utama produksi adalah memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi dalam negeri.
"Pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton kita penuhi terlebih dahulu. Jika ada kelebihan kapasitas, baru kita ekspor ke negara sahabat sesuai arahan Presiden,” kata Maryono.
Ia menegaskan bahwa pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dilakukan bersama aparat keamanan untuk memastikan tepat sasaran bagi petani.
Maryono juga meminta petani tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pusri Jamin Ketersediaan Pupuk di Sumatera Barat
"Stok di gudang cukup banyak untuk kebutuhan Sumsel. Jangan pernah takut, pupuk tersedia. Untuk stok, secara nasional tersedia sekitar 1,1 juta ton pupuk, sedangkan di Sumsel tercatat sebanyak 8.100 ton per akhir April 2026," katanya.
Berdasarkan data yang ada, alokasi pupuk bersubsidi di Sumatra Selatan pada 2026 mencapai sekitar 315 ribu ton, dengan realisasi 129 ribu ton atau sekitar 41 persen hingga 30 April 2026.
Sementara itu, total alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun ini mencapai 9,84 juta ton, 9,55 juta ton untuk pertanian, sisanya untuk perikanan.
Terkait fluktuasi nilai tukar dolar, ia memastikan tidak berdampak pada harga pupuk bersubsidi.
"Harga tetap karena pemerintah memberikan subsidi. Mau dolar berapa pun, petani tetap mendapat diskon 20 persen,” ujarnya.
Adapun jumlah petani di Sumatra Selatan yang berhak menerima pupuk bersubsidi tercatat sebanyak 36.143 NIK.
Sementara itu, Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien.
Kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah untuk petani, ungkapnya, menjadikan penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal.
Khusus untuk Sumatra Selatan, Pemerintah tahun 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 315.380 ton.Terdiri dari Urea 136.404 ton, NPK Phonska 173.889 ton, NPK Khusus Kakao 70 ton, pupuk organik Petroganik 4.490 ton, dan ZA 527 ton.
Adapun penebusan yang dilakukan petani Sumatra Selatan di awal tahun ini cukup tinggi, yaitu 129.768 ton.
Realisasi penyaluran selama April 2026 ini sekitar 41 persen dari alokasi.
"Serapan awal tahun ini cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah melalui perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi," kata Wono Budi.
Untuk mendukung penyerapan lebih optimal, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sumatra Selatan sebanyak 7.696 ton.Stok per tanggal 30 April 2026 ini terdiri dari Urea 4.761 ton, NPK Phonska 2.806 ton, NPK Kakao 25 ton, organik 10 ton, dan ZA 93 ton.