TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Riau memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Riau, termasuk Pelalawan pada Rabu (15/4/2026).
Rencana sebelumnya, program OMC dari BNPB akan hentikan pada Selasa (14/4/2026), untuk dilakukan evaluasi. Mengingat titik api dan titik panas di wilayah Provinsi Riau telah jauh berkurang. Bahkan beberapa daerah sudah nihil hotspot dan firespot.
"Hasil zoommeeting kemarin dengan BNPB dan provinsi, OMC kembali tetap dilanjutkan. Selama ada potensi awan, dilakukan hujan buatan," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (15/4/2026).
Adapun alasan melanjutkan OMC di wilayah Riau, khususnya daerah-daerah yang rentan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), untuk mengantisipasi munculnya titik api dan titik panas.
Sebab musim kemarau tahun ini lebih kuat dan berlangsung lama. Sehingga potensi Karhutla semakin tinggi melanda kabupaten dan kota di Riau.
Selain itu, program OMC dinilai lebih efektif dan efisien dalam rangka pencegahan serta penanggulangan bencana Karhutla.
Garam yang disemai ke langit untuk meningkatkan peluang hujan, dapat memadamkan api dengan tepat dan cepat.
Baca juga: Polres Pelalawan Kembali Panggil Pengurus Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera Terkait Karhutla
"Jika dibandingkan dengan Helikopter Water Bombing, OMC ini lebih murah biayanya dan lebih tepat ke sasaran bencana Karhutla," tambah Zulfan.
Di sisi lain, BNPB dan BPBD Riau tetap mensiagakan 3 unit helikopter WB yang bisa digunakan dalam mengatasi titik api yang parah dan meluas, seperti yang terjadi pada akhir Maret sampai awal April lalu.
Saat ini, lanjut Zulfan, kasus Karhutla di Pelalawan masih nihil setelah titik api di Desa Gambut Mutiara padam beberapa waktu lalu. Hampir dua pekan Pelalawan zero firespot.
"Hotspot juga sudah nihil. Kemarin-kemarin masih ada mucul satu-satu. Karena curah hujan tinggi, sekarang sudah hilang titik panasnya," tukas Zulfan.
( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung )