Jumat Ini, Gubernur Pramono Pimpin Operasi Serentak Basmi Ikan Sapu-sapu di 5 Wilayah Jakarta
Wahyu Septiana April 15, 2026 07:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar operasi serentak untuk memburu ikan sapu-sapu di lima wilayah Jakarta pada Jumat (17/4/2026) besok.

Langkah ini diambil setelah Pemprov DKI menilai populasi ikan sapu-sapu sudah mengkhawatirkan karena merusak tanggul, mengganggu ekosistem ikan lokal, hingga berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi.

“Besok pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh 5 kota yang ada di Jakarta akan mengadakan acara untuk pembersihan ikan sapu-sapu,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Digelar Serentak di 5 Kota

Pramono mengatakan operasi ini tidak hanya fokus pada penangkapan ikan sapu-sapu, tetapi juga dibarengi pembersihan saluran air dan pengangkatan sedimen.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi lingkungan dan sistem drainase di Jakarta.

“Tapi tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air dan sebagainya,” ujarnya.

Operasi tersebut akan dilakukan secara serempak di seluruh wilayah kota administrasi Jakarta.

Disebut Merusak Tanggul

Pramono menyoroti dampak ikan sapu-sapu yang dinilai merusak struktur bantaran kali dan tanggul.

IKAN SAPU-SAPU - Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama memperlihatkan ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dari aliran Kali Cideng yang berada dekat mal kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
IKAN SAPU-SAPU - Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama memperlihatkan ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dari aliran Kali Cideng yang berada dekat mal kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). (Tangkapan layar Instagram Wali Kota Jakpus Arifin)

Ia menjelaskan ikan tersebut membuat lubang-lubang di tebing dan dinding saluran sebagai tempat bersembunyi.

“Ketika dia membuat rumah, tanggul-tanggul, tebing-tebing itulah yang kemudian digunakan untuk dia bersembunyi,” kata Pramono.

Menurutnya, kondisi itu dapat mempercepat kerusakan infrastruktur saluran air di Jakarta.

Bahaya Jika Dikonsumsi

Selain merusak lingkungan, Pramono juga mengungkap hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung zat berbahaya.

“Akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi. Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi,” tuturnya.

Karena itu, Pemprov DKI memutuskan untuk mengurangi populasi ikan tersebut secara masif.

Ganggu Ekosistem Ikan Lokal

Pramono menyebut ikan sapu-sapu juga menjadi ancaman bagi ikan lokal karena memangsa makanan hingga telur-telur ikan lain.

“Semua dinding dan juga ikan-ikan lokal kita itu dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya,” katanya.

Pemprov DKI berharap operasi serentak ini bisa menekan populasi ikan invasif tersebut dan memulihkan kualitas lingkungan perairan di Jakarta.

Berita Lainnya

Baca juga: Pramono Bakal Panggil Seluruh Wali Kota Jakarta: Susun Strategi Perangi Invasi Ikan Sapu-sapu

Baca juga: Limbah Busa dan Ikan Sapu-sapu di Aliran Kali BKT Marunda Bikin Hasil Tangkapan Pemancing Menurun

Baca juga: Ikan Sapu-sapu Mau Dibasmi Lagi! Dinas KPKP Siapkan Operasi Besar-besaran di Sejumlah Kali Jakarta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.