TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menandai sembilan tahun perjalanannya dalam mengelola kawasan pariwisata super prioritas.
Momentum hari HUT ke-9 pun dijadikan titik balik untuk memperkuat dedikasi lembaga dalam menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan di sekitar Perbukitan Menoreh.
Selama hampir satu dekade, BOB telah bertransformasi menjadi motor penggerak utama yang mengintegrasikan berbagai kepentingan di kawasan Borobudur Highland.
Dengan konsep 'Wellness Tourism,' BOB optimis kawasan Borobudur Highland akan menjadi rujukan destinasi kelas dunia yang mengutamakan ketenangan jiwa dan keselarasan alam.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menekankan bahwa keberhasilan destinasi wisata tak hanya diukur dari angka kunjungan, melainkan manfaat nyata bagi warga sekitar serta terjaganya ekosistem.
"Sembilan tahun ini adalah bukti kerja keras bersama. Tapi, tugas kita ke depan jauh lebih besar. Kita harus membangun ekosistem pariwisata yang lebih baik, karena di sekitar kita terdapat berbagai destinasi yang menjadi mitra. Kolaborasi adalah kunci utama agar manfaatnya dirasakan oleh semua pihak," tegasnya, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: BOB Poles Wajah DeLoano Glamping, Hadirkan Sensasi Wellness Tourism Mewah di Perbukitan Menoreh
Konsep sustainable tourism yang konsisten diusung, kini ditingkatkan menjadi regenerative tourism yang tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi aktif memulihkan dan memperbaiki kondisi sosial budaya setempat melalui aktivitas pariwisata.
Pihaknya meyakini, keterlibatan masyarakat, mulai dari desa wisata, pelaku UMKM, hingga komunitas seni, merupakan nyawa dari keberlanjutan organisasi.
Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor di kawasan Perbukitan Menoreh terus diperkuat guna menciptakan tata kelola yang berdaya saing global tanpa meninggalkan identitas lokal.
Sementara, Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara, menambahkan, peringatan ini juga jadi ajang syukur atas pencapaian target strategis, baik di bidang infrastruktur maupun promosi kawasan.
"Ya, 11 April merupakan hari bersejarah bagi kami. Kami terus berkomitmen menghadirkan destinasi berkelas yang menyehatkan, menenangkan, serta memberikan nilai tambah bagi kualitas hidup siapa pun yang berkunjung ke Borobudur Highland," pungkasnya. (*)