Jakarta (ANTARA) - Platform niaga elektronik (e-commerce) Alibaba.com menyebut sejumlah komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional seperti furnitur, makanan, hingga produk pertanian.

Head of South and Southeast Asia Alibaba.com Roger Luo mengatakan dalam setahun terakhir jumlah eksportir baru Indonesia yang bergabung di platform tersebut meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa semakin banyak UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) Indonesia yang aktif berekspansi ke pasar global melalui Alibaba.com dan tren ini terus tumbuh pesat,” ujar Roger dalam acara temu media di Jakarta Selatan, Rabu.

Dia menjelaskan, barang furnitur menjadi kontributor terbesar dengan porsi lebih dari 20 persen dari total eksportir Indonesia di platform Alibaba.com.

Kemudian, produk makanan dan minuman menyumbang lebih dari 10 persen, diikuti pakaian dan aksesori sekitar 10 persen. Sementara itu, produk pertanian, bahan kimia, serta peralatan rumah dan taman masing-masing berkontribusi sekitar 5 persen.

Menurut Roger, data tersebut mencerminkan keragaman industri dalam negeri sekaligus menunjukkan peningkatan kapasitas suplai dan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.

“Angka-angka ini tidak hanya mencerminkan keragaman industri eksportir Indonesia, tapi juga menunjukkan peningkatan kapasitas suplai dan keunggulan kompetitif Indonesia dalam rantai pasok global,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut pasar utama bagi eksportir Indonesia di Alibaba.com didominasi Amerika Serikat dan Eropa, baik dari sisi jumlah pembeli maupun nilai transaksi. Namun, kawasan ASEAN menunjukkan pertumbuhan pasar yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi pasar terbesar. Namun ASEAN terus berkembang, baik dari sisi jumlah transaksi maupun nilainya sehingga di masa depan Indonesia juga akan mengekspor produknya ke kawasan tersebut,” ujar Roger.

Melihat potensi ekspor Indonesia, Alibaba.com terus memperkuat investasinya di Indonesia, termasuk melalui strategi pelokalan guna membantu lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan ekspor.

“Tujuan kami adalah agar semakin banyak supplier dari Indonesia yang dikenal dunia. Produk Indonesia memiliki value for money yang tinggi, kualitas yang baik, dan layanan yang baik juga,” kata Roger.