Jakarta (ANTARA) - Yayasan Puteri Indonesia (YPI) bersama PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) memperkuat komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui kolaborasi program Women Empowerment Journey Crown of Impact x the 5th Motion Challenge (Mocha) dalam rangkaian Pemilihan Puteri Indonesia 2026.

Program tersebut diikuti 45 finalis Puteri Indonesia 2026 dan digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (14/4).

Dalam kegiatan itu, para finalis mempresentasikan rancangan program advokasi yang dinilai berdampak dan berkelanjutan, sekaligus diarahkan untuk membangun model sosial yang dapat terus berjalan, bukan sekadar kegiatan amal sesaat.

Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Kusuma Anjani mengatakan ajang tersebut menjadi sarana untuk menguji kemampuan finalis dalam merancang program yang relevan untuk jangka panjang.

“Melalui acara Crown of Impact x The 5th Mocha, para finalis tidak hanya diuji dari sisi ide, tetapi juga dari sisi kemampuan untuk merancang program advokasi yang memiliki sustainability serta relevansi jangka panjang,” ujar Kusuma Anjani dalam keterangan resmi, Rabu.

Dalam kompetisi tersebut, Cheryl Lidia Regar, finalis asal Kalimantan Timur, meraih penghargaan Best Advokasi melalui inisiatif platform ekonomi sirkular CIRO WASTE atau CIROES yang menawarkan pengelolaan limbah secara efisien sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Sebagai pemenang, Cheryl mendapatkan dukungan investasi serta pendampingan langsung dari Netzme agar program tersebut dapat berlanjut menjadi gerakan nyata di masyarakat.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky Ganda Saputra mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mendorong para finalis menciptakan advokasi yang memiliki dampak terukur dan berkelanjutan.

“Kami ingin mendorong para finalis untuk tidak hanya sekadar menjalankan program inisiatif advokasi biasa yang dampaknya sulit terukur secara maksimal,” ujar Vicky.

Selain penguatan gagasan advokasi, kegiatan itu juga memuat pelatihan komunikasi publik. Public Speaking Coach TalkUp.id Janu Saputra menyebut kemampuan menyampaikan ide menjadi aspek penting dalam membangun program sosial yang berkelanjutan.

“Seorang founder adalah komunikator. Tanpa kemampuan menyampaikan ide secara tepat, gagasan besar hanya akan berhenti sebagai potensi,” katanya.

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara YPI, Mustika Ratu Entertainment, Netzme, dan Talk Up Indonesia untuk mendorong paradigma advokasi berbasis keberlanjutan dan penguatan ekonomi sosial.

Sementara itu, masyarakat dapat mengikuti perjalanan finalis melalui kanal YouTube UP NOW Media by Mustika Ratu Entertainment, serta memberikan dukungan melalui voting resmi di laman vote.puteri-indonesia.com hingga malam puncak Grand Final Puteri Indonesia 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 24 April 2026.

Kusuma Anjani berharap inisiatif tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem advokasi perempuan yang kolaboratif dan berdampak luas.

“Yayasan Puteri Indonesia membuka peluang sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan komitmen yang sama, khususnya dalam mendorong implementasi prinsip ESG,” ujar Kusuma.