TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (15/4/2026) sore.
Dari data yang dihimpun Tribunbatam.id, setidaknya sekitar 153 orang yang menjadi korban.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia. Menurutnya, sekitar 153 orang tersebut sudah mendapatkan perawatan medis.
"Sampai pukul 20.45 WIB tadi, korban berjumlah 112 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Palmatak. Sebab, saya baru pulang dari sana," ungkap Feri kepada TRIBUNBATAM.id.
Baca juga: Korban Keracunan Makanan di Anambas Terus Berdatangan ke RS, Sekda Cek Langsung Kondisi Korban
Namun demikian, sebanyak 30 pasien sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Selain di RSUD Palmatak, sebanyak 41 korban lain menjalani perawatan intensif di Puskesmas Siantan Tengah.
Ratusan korban keracunan yang diduga berasal dari makanan bergizi gratis itu merupakan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Air Asuk dan Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah.
"Tidak hanya pelajar sekolah dan sekolah menengah pertama yang alami keracunan, ada orang dewas juga yang jadi korban. Sebab, mereka makan makanan bergizi gratis milik cucunya," terang Feri.
Baca juga: Puluhan Pelajar di Anambas Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSUD Palmatak
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas itu memastikan tidak ada korban yang mengalami kondisi fatal akibat keracunan tersebut. Semua pasien ditangani secara baik oleh tenaga medis di RSUD Palmatak dan Puskesmas Siantan Tengah.
Korban keracunan Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Anambas terus berdatangan ke Ruamh Sakit yang ada di Palmatak.
Bagi yang mengalami kondisi tidak cukup serius, mereka hanya di rujuk ke Puskesmas, sementara yang terlihat parah langsung dilarikan ke RS.
Sejauh ini, belum bisa dipastikan jumlah korban yang mengalami keracunan tesebut.
Hanya saja, mereka yang datang ke rumah sakit langsung diberikan perawatan medis.
Bahkan juga terlihat Sekda Kabupaten Anambas Sahtiar turun ke rumah sakit untuk memantau langsung kondisi koban.
Mobil Polisi Bantu Proses Pengantaran Korban ke RS
Mobil polisi tampak membantu proses angkut warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Mereka terlihat bolak-balik menjemput orang-orang yang terdampak keracunan makanan itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar tampak berada di rumah sakit itu.
Dalam video yang diterims TribunBatam.id, ia tampak berbincang dengan warga yang tengah dirawat.
Pemandangan tak biasa terlihat di sebuah ruangan di RSUD Palmatak di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (15/4/2026) siang.
Dari video yang diterima Tribunbatam.id, terlihat sejumlah pelajar terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit, didampingi orang tua mereka.
Tangan mereka dipasang selang infus.
Saking ramainya pelajar yang datang dan dirawat, mereka mesti berbagi tempat dengan pelajar lain. Satu tempat tidur diisi dua orang.
Jumlah pelajar yang dilarikan ke rumah sakit ini diperkirakan mencapai puluhan orang.
Para pelajar itu diduga keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi yang dihimpun sementara, pelajar yang diduga keracunan makanan berasal dari SMPN di Air Nangak, sejumlah pelajar SD dan SMP di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, hingga pelajar TK/PAUD.
Hingga malam ini, sejumlah warga yang diduga keracunan makanan masih berdatangan ke rumah sakit pelat merah itu.
Mobil polisi tampak membantu proses angkut warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar tampak berada di rumah sakit itu.
Dalam video yang diterima TribunBatam.id, ia tampak berbincang dengan warga yang tengah dirawat.
Soal kejadian ini, Tribunbatam.id masih berupaya mendapat keterangan dari pihak terkait
(TRIBUNBATAM.id/Thomlimah Limahekin/*)