TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gubernur Sumut (Sumatra Utara) Bobby Nasution diduga menampar seorang pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dalam foto yang diunggah di instagram @mentiko.idn, Bobby diduga menampar pegawai BUMD di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut beberapa hari lalu.
"Bikin malu Gubsu Bobby Nasution tampar diduga sopir dirut BUMD di lingkungan Pemprovsu," narasi dalam foto yang dilihat, Rabu (15/4/2026).
Menanggapi itu, Bobby Nasution membeberkan kronologi kejadian tersebut.
"Jadi yang di KONI itu dia pegawai. Digaji pemerintah. Meskipun pegawai BUMD, jadi BUMD itu uangnya tetap dari Pemprov Sumut," jelasnya saat diwawancarai di Kantor DPRD Sumut, Rabu (15/4/2026).
Namun, Bobby tak menegaskan secara gamblamg apakah dia menampar pegawai tersebut atau tidak.
Namun, yang pasti pegawai tersebut menggunakan narkoba.
"Masih digaji Pemprov tapi uangnya untuk beli narkoba ya enggak cocok. Itu langsung diamankan sama BNN. Itu yang ngasih tahu saya Ka BNN langsung," terangnya.
Apalagi pada saat kejadian pegawai tersebut sedang sakau. Padahal itu lagi acara ajang prestasi atlet.
"Di atas lagi ada (kegiatan ) berprestasi di bawah lagi narkoba, gak cocok itu," tutupnya.
Marahi Camat
Sebelumnya, aksi Bobby Nasution marah ke Camat Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, Yan Muzir viral di media sosial.
Dalam video yang diposting di akun instagram resmi Pemprov Sumut itu terlihat, Bobby Nasution sedang meninjau proyek tanggul di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Senin (13/4/2026).
Bobby Nasution menilai kinerja Camat Yan Muzir lamban sehingga penyaluran bantuan tidak maksimal. Bobby Nasution mengatakan pengalamannya sebagai wali kota Medan membuat ia paham mengenai persoalan.
Baca juga: Disaksikan Bupati Masinton Pasaribu, Bobby Nasution Marahi Camat Tukka di Tapteng
Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu mengatakan setiap kali berkunjung ke Tapanuli Tengah, masyarakat mengeluhkan belum dapat bantuan.
Dalam video itu bobby menyinggung soal memperjuangkan agar mendapat dana bantuan. Tetapi pihak Camat lambat dalam pendataan.
"Orang perjuangkan kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau di sini saja tidak bisa, orang perjuangkan kau lho, kau daerah paling lambat tahu? Ku mention berkali-kali," ujar Bobby kepada Yan Munzir dengan nada tinggi.
Dia juga menyinggung Yan Munzir tidak cepat merespons keluhan masyarakat pascabencana terjadi sehingga ada masyarakat tidak mendapatkan bantuan.
"Bantuan masyarakat tidak dapat, ke Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling cerdas," katanya dalam video itu.