BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, bakal melayani 6.758 calon haji dari 19 kelompok terbang (kloter) Embarkasi Embarkasi Banjarmasin 2026. Mereka berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
GM Bandara Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardana, Rabu (15/4), mengatakan kloter pertama dijadwalkan terbang pada Jumat (24/4) pukul 00.05 Wita.
“Seperti tahun lalu, kami akan melakukan pemeriksaan keamanan dan keselamatan di Asrama Haji, Banjarbaru. Kami akan menempatkan personel di area Asrama Haji untuk memberilan pelayanan,” ujarnya. Demikian pula pemeriksaan imigrasi.
Kemudian jemaah dibawa menggunakan bus ke Bandara Syamsudin Noor dan diberangkatkan melalui gate internasional antara gate 7 atau 8 dengan menggunakan fasilitas garbarata.
Milyas menyatakan pihaknya mulai melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan para stakeholder. Termasuk melakukan rapat dengan maskapai Garuda Indonesia, Gapura, BKK, Imigrasi dan beberapa stakeholder yang ada di bandara untuk melakukan pemantapan.
“Kamis (16/4) kami diundang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk dilantik sebagai panitia,” ujarnya.
Baca juga: Misteri Kematian IRT Belum Terungkap, Luka Sayatan di Leher dan Bekas Gigitan Jadi Petunjuk
Dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan persiapan layanan haji semakin matang. Irfan menyebut pemerintah sudah menyiapkan segalanya, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan. “Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” ujar Irfan.
Untuk akomodasi, Irfan memaparkan, pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah. Di Makkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sedangkan di Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.
Pemerintah juga menyiapkan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. “Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” ucapnya. Pemerintah juga bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yakni Saudi German Hospital.
Irfan pun memastikan kartu nusuk sudah tiba di Indonesia. Saat ini dilakukan proses distribusi dan aktivasi. Konsumsi untuk jemaah juga sudah siap. Di Makkah, pemerintah menyiapkan 51 dapur, sedangkan di Madinah ada 23 dapur.
Selanjutnya, Irfan menyebut pemerintah sudah menyiapkan bus untuk tiga peruntukan. Pertama bus antarkota untuk mengantar jemaah untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah. Kedua adalah bus selawat. Bus ini akan melayani pergerakan jemaah selama 24 jam ke Masjidil Haram. Ketiga adalah bus masyair yang akan melayani jemaah selama di Arafah-Muzdalifah-Mina.
Sementara itu, keberangkatan jemaah kloter pertama dijadwalkan pada Rabu (22/4) dengan tujuan Madinah. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026. (riz/kompas)