Ada Darah di Jenazah Bale Bengong Setra Pitik Pedungan, Polisi: Itu Bukan Bekas Kekerasan
Ida Ayu Suryantini Putri April 16, 2026 10:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tanda tanya penemuan jenazah Moesye (53) di Bale Bengong Setra Pitik, Pedungan, yang sempat mengeluarkan darah akhirnya terjawab. 

Pihak Kepolisian Sektor Denpasar Selatan memastikan bahwa ceceran darah pada tubuh pria asal Jember tersebut bukan disebabkan oleh tindak kekerasan, melainkan murni akibat gigitan semut yang mengerubungi jasad korban.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi menegaskan bahwa kepastian tersebut didapat setelah Tim Inafis Polresta Denpasar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis 16 April 2026 dini hari. 

Baca juga: Tangis Kadek Raditya Pecah Saksikan Jenazah Agus Terdampar di Pantai Saba Gianyar

Darah tersebut sempat memicu kekhawatiran warga yang mendekat setelah menaruh curiga melihat korban tak kunjung beranjak dari posisi tidurnya sejak siang hari.

"Hasil olah TKP oleh tim identifikasi menunjukkan nihil adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," jelasnya. 

"Terkait adanya darah yang keluar, itu disebabkan karena tubuh korban digigit semut setelah meninggal dunia di lokasi," imbuh Iptu Azel.

Keberadaan korban di bale bengong yang berlokasi di Jalan Pura Dalem Penataran Anyar itu sebenarnya sudah terpantau warga sejak Rabu 15 April 2026 siang.

Baca juga: BAU BUSUK Dikira Bangkai Tikus Ternyata Jenazah Lansia Sebatang Kara di di Letda Tantular Denpasar!

Warga Hasya Seno sempat melihat korban tidur telentang dengan tangan di atas kepala sekitar pukul 11.00 WITA. 

Namun, kecurigaan baru memuncak pada pukul 23.00 WITA saat saksi kembali melintas dan mendapati Moesye masih dalam posisi yang persis sama.

Ketidakwajaran posisi tidur yang bertahan hingga dua belas jam tersebut membuat warga melapor ke Polsek Denpasar Selatan. 

Saat petugas tiba, korban ditemukan sudah dalam keadaan kaku tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek putih dengan kaos abu-abu yang diletakkan di samping tubuhnya.

Baca juga: JENAZAH WNA Terapung di Pantai Nyang-Nyang, Simak Ciri-cirinya Berikut Ini 

Iptu Azel menambahkan, berdasarkan keterangan Chairul Umam yang merupakan atasan tempat korban bekerja, diduga korban meninggal karena penyakit kronis yang dideritanya saat sedang beristirahat di TKP.

"Dari keterangan pihak keluarga melalui saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan diabetes atau gula," bebernya. 

Setelah proses identifikasi selesai pada pukul 01.40 WITA, petugas memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang di sekitar lokasi. 

Jenazah pria yang tinggal sementara di Jalan Batas Dukuh Sari, Sesetan ini kemudian dievakuasi oleh ambulans PMI Kota Denpasar menuju RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah pada pukul 02.40 WITA untuk penanganan lebih lanjut. (*) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.