Waspada Penipuan Haji di Pasangkayu, Calon Jemaah Diminta Tak Percaya Telepon Gelap Mengaku Petugas
Abd Rahman April 16, 2026 11:47 AM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Kepala Pelayanan Haji dan Umroh, Darwis, mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah haji, agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menghubungi melalui telepon dan mengatasnamakan petugas pelayanan haji dan umroh.

Hal tersebut disampaikan Darwis saat ditemui di kantor Pelayanan Haji dan Umroh, Rabu (15/4/2026). 

Ia menegaskan, maraknya modus penipuan dengan cara menelepon calon jemaah haji perlu diwaspadai karena sudah meresahkan masyarakat.

Baca juga: Kabar Gembira ! Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa 2026 Dibuka, Lulusan D3 Bisa Daftar

Baca juga: 3 Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus Ternama Indonesia, dari UI hingga UBL

Menurutnya, pelaku biasanya menghubungi calon jemaah dengan dalih membantu proses administrasi, seperti pengurusan data kependudukan di Dinas Catatan Sipil hingga pengurusan paspor.

“Penelpon yang meminta data pribadi, apalagi sampai mengarahkan pengurusan dokumen seperti paspor, itu dipastikan bukan dari pihak resmi. Itu adalah modus penipuan,” tegas Darwis.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menerima beberapa laporan dari warga yang mengaku dihubungi oleh oknum tidak dikenal. 

Bahkan, sebagian dari mereka sempat datang langsung ke kantor untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Sudah ada beberapa warga yang datang melapor. Mereka mengaku ditelepon dan diminta mengurus data ke Capil, bahkan diminta menyiapkan dokumen untuk paspor,” ujarnya.

Darwis menjelaskan, sebagian besar korban yang dihubungi merupakan calon jemaah haji yang baru mendaftar, bahkan ada yang terdaftar pada tahun 2024. 

Padahal, berdasarkan antrean keberangkatan, mereka belum masuk dalam jadwal keberangkatan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan, untuk tahun ini, calon jemaah haji yang diberangkatkan adalah mereka yang mendaftar pada tahun 2013. 

Sementara pendaftar di tahun-tahun setelahnya masih harus menunggu sesuai daftar antrean.

“Jadi kalau ada yang baru daftar beberapa tahun terakhir lalu dihubungi dan dijanjikan berangkat atau diminta mengurus dokumen, itu jelas tidak benar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Darwis mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan data pribadi dan proses keberangkatan haji.

Ia menyarankan agar calon jemaah tidak memberikan data apapun kepada pihak yang tidak jelas, serta tidak menuruti permintaan yang disampaikan melalui sambungan telepon.

“Kalau ingin memastikan informasi, sebaiknya datang langsung ke kantor Pelayanan Haji dan Umroh. Jangan mudah percaya dengan telepon yang tidak jelas sumbernya,” pungkasnya.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak menjadi korban penipuan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.