Universitas Airlangga (Unair) tak hanya memiliki mahasiswa dari dalam negeri, tetapi juga ada dari luar negeri. Salah satunya, Judit Dos Reis Sarmento, lulusan Program Magister Psikologi (MAPSI) asal Timor Leste.
Judit, sapaannya, menunjukkan tanggung jawabnya di bidang keilmuan sosial usai lulus dari Unair. Tak tanggung-tanggung, ia berhasil duduk di Ministry of Social, Solidarity, and Inclusion (MSSI) atau Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi Timor Leste.
Ia menjabat sebagai Kepala Departemen Perlindungan Sosial untuk Perempuan di MSSI.
Menangani Berbagai Kasus Kekerasan Gender
Dengan keilmuannya di bidang psikologi, Judit menangani berbagai kasus. Mulai dari kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Selain itu, ia juga sukses membuat program Spotlight Initiative yang melibatkan kerjasama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO), serta dukungan absolut dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Uni Eropa.
"Saya menyadari tingginya beban mental yang harus dipikul oleh para korban serta pendamping korban," ujarnya dikutip dari laman resmi Unair, Selasa (14/4/2026).
Ia juga telah memperluas kontribusinya saat ditetapkan menjadi Direktur Pusat Solidaritas Sosial dan Inklusi (CSSI) Dili. Perhatiannya tidak lagi terfokus pada isu kekerasan pada perempuan, tapi juga menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang termasuk dalam kelompok rentan.
"Saya mencoba mengaplikasikannya dengan berbagai edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus," tuturnya.
Membantu Staf yang Berisiko
Menurutnya, para staf teknis dan profesional lebih berisiko mengalami gangguan psikologis lewat tugas sehari-hari, karena sering dihadapkan dengan berbagai kasus trauma dan kekerasan. Maka dari itu, ia menyelenggarakan pelatihan sosial untuk mendukung kondisi psikologis dasar bagi para pegawai.
"Hal ini menjadi semakin krusial mengingat angka kekerasan berbasis gender di Timor Leste sempat melonjak drastis akibat tekanan finansial dan isolasi selama masa pandemi COVID-19," jelasnya.
Alumni Psikolog Unair tersebut juga giat mengadakan sosialisasi tentang "Rezim Iuran Jaminan Sosial" bagi pegawai negeri sipil di wilayahnya. Baginya, hal ini penting guna mengawasi setiap aparatur negara untuk menjalankan kewajiban kontribusi sebesar 4% untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang.
Sejak resmi menjabat pada (10/2/2025) lalu, ia membuktikan bahwa lulusan Unair mampu membawa dampak positif lintas negara.
Saksikan Live DetikPagi:





