Pastor John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 16 April 2026.
Tema renungan katolik "setia dan taat dalam tugas rutin setiap hari".
Renungan katolik untuk hari biasa pekan II Paskah.
Hari biasa pekan II Paskah dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Kamis: Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36 dan BcO Kis 7:1-16.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 16 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.”
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab: “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.”
Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.
Mazmur Tanggapan:
“Rasakanlah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN.”
Mzm 34:2 (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Mzm 34:9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Mzm 34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Mzm 34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Mzm 34:19 (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; Mzm 34:20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
Injil katolik: Yohanes 3:31–36
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tidak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Setia dan Taat Dalam Tugas Rutin Setiap Hari"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
sabda Tuhan hari ini membawa kita pada satu sikap hidup yang tidak
mudah, taat kepada Allah di atas segalanya.
Dalam Bacaan Pertama, kita melihat keberanian Santo Petrus dan para rasul yang berdiri di hadapan Mahkamah Agama. Mereka tidak menyangkal, tidak mundur, dan tidak
mencoba mencari jalan aman. Mereka justru berkata dengan tegas: “Kita
harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.”
Ini bukan sekadar kalimat heroik. Ini adalah pilihan hidup yang nyata dan
penuh konsekuensi. Mereka tahu risiko yang akan mereka hadapi. Mereka
tahu bahwa kesetiaan pada Tuhan bisa membuat mereka ditolak,
disalahpahami, bahkan dibenci. Namun mereka tetap memilih kebenaran.
Kalau kita melihat hidup kita sekarang, mungkin kita tidak dihadapkan
pada ancaman seperti para rasul. Tetapi tekanan itu tetap ada, hanya
bentuknya berbeda. Ada tekanan untuk ikut arus, untuk menyesuaikan
diri dengan kebiasaan yang tidak benar, untuk diam ketika melihat
ketidakadilan, atau untuk mengorbankan nilai demi kenyamanan.
Di situlah sabda ini menjadi sangat relevan. Ketaatan kepada Allah bukan
hanya soal doa atau ibadah, tetapi tentang keputusan sehari-hari. Saat
kita memilih jujur ketika lebih mudah berbohong, saat kita tetap berbuat
baik meski tidak dihargai, saat kita menolak melakukan hal yang salah
walaupun semua orang melakukannya—di situlah kita sedang berkata,
“Aku memilih Tuhan.”
Injil hari ini memperdalam hal ini. Dikatakan bahwa Yesus datang dari
atas, dari Allah sendiri, dan membawa kebenaran yang sejati. Namun
tidak semua orang mau menerima-Nya. Mengapa? Karena menerima
Yesus berarti juga menerima perubahan. Menerima terang berarti
meninggalkan cara hidup lama.
Kadang kita ingin percaya, tetapi tidak sepenuhnya mau taat. Kita ingin
dekat dengan Tuhan, tetapi masih ingin mempertahankan hal-hal yang
sebenarnya menjauhkan kita dari-Nya. Di sinilah Injil mengajak kita
jujur: iman sejati tidak berhenti pada percaya, tetapi nyata dalam
ketaatan.
Dan ketaatan itu bukan beban. Justru di situlah hidup menjadi utuh. Injil
mengatakan bahwa siapa yang percaya kepada Anak, ia memperoleh
hidup yang kekal. Artinya bukan hanya nanti setelah meninggal, tetapi
mulai sekarang—hidup yang penuh makna, damai, dan arah yang jelas.
Saya memberikan apresiasi dan salut bagi seorang ibu rumah tangga yg
setiap hari menyiapkan makanan bagi anak-anak dan suaminya yang
akan sekolah dan bekerja. Dia tak pernah mengeluh walaupun harus
menjalani tugas rutin dan bahkan tidak pernah dipuji dan diucapin terima
kasih. Dia selalu menjalaninya dengan setia dan gembira, tidak pernah
murung. Kesetiaan dan kegembiraannya dalam menjalani tugas rutin itu
merupakan kesaksian iman yang sungguh indah dan wujud anugerah Roh
yg diterimanya.
Saudara-saudari, menjadi saksi seperti para rasul tidak selalu berarti
melakukan hal besar. Kadang itu sesederhana tetap setia dalam hal kecil,
tetap memilih benar ketika tidak ada yang melihat, tetap mengasihi
ketika sulit. Dan itu semua hanya mungkin kalau kita sungguh menaruh
Tuhan di tempat pertama.
Hari ini kita diajak untuk bertanya dalam hati: dalam bagian hidup mana
aku masih lebih taat pada “manusia” daripada pada Tuhan? Dan apakah
aku berani perlahan-lahan mengubahnya? Amin.
Doa:
Tuhan, kuatkan hati kami untuk setia kepada-Mu dalam setiap
pilihan hidup. Ajari kami untuk lebih taat kepada kehendak-Mu daripada
keinginan dunia. Berilah kami keberanian untuk hidup dalam kebenaran
dan menjadi saksi kasih-Mu di tengah kehidupan sehari-hari kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis Pekan II Paskah. Salam
doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan
Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).