Naskah Singkat Khutbah Jumat 17 April 2026: Doa Untuk Hal Mustahil
ferri amiril April 16, 2026 11:35 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Setiap muslim selalu punya hajat yang ingin terpenuhi dengan jalan dan waktu yang baik dan cepat.

Hajat tersebut tentu harus melalui perantara yakni Doa.

Pasalnya, doa sendiri menjadi jembatan yang menghubungkan hati seorang hamba dengan Allah Subahana Wata'ala.

Melalui doa, seorang muslim menyampaikan harapan, keresahan, dan rasa syukur kepada Allah Ta'ala. 

Doa adalah bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan hanya bergantung pada kuasa-Nya. 

Namun, dalam mengabulkan doa, Allah memiliki cara yang sering kali tidak kita pahami.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 April 2026 - Hari Kartini Menghormati Perempuan Sesuai Ajaran Islam 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutuskan silaturahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara: (1) dengan disegerakan baginya di dunia, (2) disimpan baginya di akhirat, atau (3) dijauhkan dari keburukan serupa." (HR Ahmad).

Lantas bagaimana caranya?

Perihal urutan yang perlu diketahui setiap Muslim agar terus meningkatkan tauhid kepada Allah ta'ala, perlu dijajarkan dan diingatkan, termasuk pada penyampaian Naskah Khutbah Jumat pada hari Jumat yang akan datang.

Berikut ini terdapat satu naskah yang sama dengan topik tersebut.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 April 2026: Iri dan Dengki Pembunuh Rasa Syukur

Cara Allah Kabulkan Permohonan yang Terasa Mustahil

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ   أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Berdoa adalah salah satu cara seorang hamba untuk bisa berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan Penguasa. Oleh sebab itu, kita sebagai hamba yang hina, yang selalu butuh kepada Tuhan, hendaknya senantiasa memanjatkan doa di setiap detak jantung.

Adapun perintah doa ini, sesuai dengan firman Allah ﷻ dalam Surat Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan Allah berkata, mintalah kalian kepadaku, niscaya aku mengabulkan permintaan kalian, sesungguhnya orang yang sombong dari menyembah kepadaku akan masuk neraka Jahanam.” (QS. Ghafir: 60).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Berdoa juga merupakan satu hal yang paling mulia di sisi Allah, sebab dengan berdoa menunjukkan besarnya kekuasaan Allah dan lemahnya orang yang berdoa, sebab pada saat itu orang yang berdoa sedang dalam keadaan merendah, menghinakan diri di hadapan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:

(ليس شيئ أكرم على الله من الدعاء) أي ﻟﺪﻻﻟﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭﺓ اﻟﻠﻪ ﻭﻋﺠﺰ اﻟداعي

Artinya: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah kecuali doa. Sebab, doa menunjukkan terhadap kekuasaan Allah dan lemahnya orang yang berdoa.” (Syekh Al-Munawi, Faidhul Qadir, juz 5, halaman 365).

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 April 2026: Memastikan Ikhlas saat Beribadah

Ayat dan hadis di atas menjelaskan bahwa manusia diperintahkan untuk berdoa kepada Allah sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya. Namun, kejanggalan muncul ketika doa-doa yang dipanjatkan seakan-akan tidak diijabah atau tidak dikabulkan oleh Allah ﷻ, karena yang diminta tak kunjung ada. Mungkinkah Allah tidak mengabulkan doa-doa hamba-Nya, sedangkan Allah ﷻ sudah menjamin dengan ayat  di atas, bahwa yang berdoa akan dikabulkan oleh-Nya.

Maka untuk menjawab persoalan ini, kita tidak usah ragu lagi, bahwa Allah ﷻ pasti mengabulkan doa hamba-Nya, hanya saja cara-Nya mengabulkan doa-doa hamba-Nya tidak selalu sesuai dengan apa yang diminta, tetapi sesuai dengan apa  dikehendaki-Nya. Sebab, Allah ﷻ lebih tahu dengan apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan penyampaian Ibnu Athaillah Assakandari dalam kitabnya, Al-hikam, beliau berkata:

لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء موجبا ليأسك فهو الذي ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك , لا فيما تختاره لنفسك , وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد

Artinya: “Janganlah engkau berputus asa sebab tertundanya pemberian Allah kepadamu, padahal engkau telah berulang kali berdoa. Allah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Allah pilihkan untukmu, bukan menurut keinginanmu sendiri dan juga dalam waktu yang Allah kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.”

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 17 April 2026: Pahala Surga bagi Orang yang Bisa Menahan Amarah

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Perlu diketahui juga, bahwa Allah ﷻ mengabulkan doa hamba-Nya dengan beragam cara, terkadang dengan cara mengabulkan apa yang ia minta atau dengan cara diganti dengan sesuatu yang lain, seperti sabda Rasulullah ﷺ:

ﻣﺎ ﻣﻦ ﻣﺴﻠﻢ ﻳﺪﻋﻮ ﺑﺪﻋﻮﺓ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺇﺛﻢ ﻭﻻ ﻗﻄﻴﻌﺔ ﺭﺣﻢ ﺇﻻ ﺃﻋﻄﺎﻩ اﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﺇﺣﺪﻯ ﺛﻼﺙ: ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻌﺠﻞ ﻟﻪ ﺩﻋﻮﺗﻪ، ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﺪﺧﺮﻫﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﺼﺮﻑ ﻋﻨﻪ ﻣﻦ اﻟﺴﻮء مثلها

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa yang di dalamnya tidak ada unsur dosa dan memutus silaturahim, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari 3 perkara: (1) adakalanya segera dikabulkan doanya;(2) adakalanya doa itu disimpan untuknya di akhirat; dan (3) adakalanya ia dihindarkan dari keburukan yang semisal dengan apa yang ia minta.

Redaksi yang serupa juga disebutkan dalam kitab Tausyeh ‘alā Ibni Qāsim, halaman 2 berikut:

والإجابة قد تكون بعين المطلوب أو بدفع ضرر أو بثواب في الأخرة.

Artinya: “Terkabulnya doa terkadang sesuai dengan apa yang diminta, terhindar dari bahaya, atau dengan diberinya pahala di akhirat.”

Dari penjelasan tersebut kita bisa tahu bahwa Allah ﷻ senantiasa mengabulkan doa hamba-Nya. Namun cara mengabulkannya dengan beragam cara, sesuai dengan apa yang Dia kehendaki, bukan dengan apa yang kita minta.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ   أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ   عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.