TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga minyak goreng sawit terpantau mengalami kenaikan di pasaran Kulon Progo.
Selain harganya melonjak, persediaannya pun ikut menurun, di mana pedagang hanya bisa mendapat persediaan secara terbatas.
Etik, pedagang di Pasar Wates Kulon Progo menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak goreng dirasakan sejak sekitar 2 pekan terakhir.
"Harganya langsung naik begitu saja, terutama minyak goreng bermerek," katanya pada Kamis (16/04/2026).
Etik mencontohkan salah satu minyak goreng bermerek yang saat ini harganya mencapai Rp46 ribu untuk kemasan ukuran 2 liter.
Sebelumnya, kemasan tersebut dilepas dengan harga sekitar Rp38 ribu.
Ia pun menyampaikan pihak distributor membatasi pembelian minyak goreng bermerek untuk pedagang.
Biasanya tiap pedagang bisa mendapatkan 20 karton, di mana tiap karton berisi 6 kemasan minyak goreng ukuran 2 liter.
"Sekarang dari pabrik hanya memberikan jatah 3 karton per pedagang," ujar Etik.
Meski begitu ia memastikan persediaan minyak goreng bermerek masih aman.
Ia pun tidak mengurangi persediaan meski harga sedang naik.
Baca juga: Embarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo Diklaim Siap 90 Persen, Keberangkatan Perdana 21 April
Adapun minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita kini jadi pilihan pembeli karena naiknya harga minyak goreng bermerek.
Sebab per kemasan Minyakita ukuran 1 liter wajib dijual di harga Rp 15.500,00.
"Penjualan Minyakita dibatasi 2 karton sehari, dan tidak boleh dijual ulang oleh pembeli," jelas Etik.
Ayu, warga asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates juga memilih beralih ke Minyakita karena harga minyak goreng bermerek sedang mahal.
Kondisi itu baginya meresahkan, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pengusaha kuliner.
Ia memiliki usaha kuliner yang membutuhkan minyak goreng setidaknya 2 liter sehari.
Ia kini mengaku pusing karena harus memastikan usahanya tetap jalan dan untung dengan naiknya harga bahan seperti minyak goreng.
"Saya harap harganya bisa kembali turun dan stabil, rasanya sekarang ini apa-apa harganya naik," ujar Ayu.(*)