Profil Abdi Latief, Pemuda di Balik Layar Pelestarian Wastra dan Ekosistem Kreatif Sulbar
Abd Rahman April 16, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU – Di tengah derasnya arus modernisasi, Sulawesi Barat memiliki sosok muda yang tetap setia menjaga akar tradisi.

Dia adalah Abdi Latief, penulis sekaligus penggerak komunitas yang dikenal aktif mendorong pembangunan manusia di “Bumi Manakarra”.

Abdi dikenal luas melalui kiprahnya di Malaqbi Institute dan kolektif Pitu Sinema.

Tak hanya menjadi pengamat, ia terjun langsung sebagai praktisi yang menghubungkan gagasan dengan kondisi nyata di lapangan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Laka Lantas di Jl RE Marthadinata Mamuju, Pelajar Tewas di Tempat, Kepala Pecah

Baca juga: Terbaru Kamis, 16 April 2026, Berikut 10 Kode Redeem FF, Simak Cara Klaim Reward Kelas Sultan

Mulai dari kajian potensi bahari hingga upaya meningkatkan kesejahteraan petani lokal, semua ia lakukan dengan pendekatan kolaboratif.

Komitmennya terhadap pelestarian budaya semakin terlihat lewat perannya dalam Festival Wastra Sulawesi Barat yang digelar pada 17–19 April 2026.

Dalam ajang tersebut, Abdi menjadi salah satu tokoh utama yang berhasil mengumpulkan perajin, kolektor, hingga pegiat seni.

Tujuannya tak lain untuk mengangkat kembali nilai dan martabat kain tradisional Mandar dan Kalumpang ke panggung yang lebih luas.

Bagi Abdi, wastra bukan sekadar kain, melainkan aset ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar bagi kemandirian daerah.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah Tenun Sekomandi, yang dinilai memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi.

Tak berhenti di situ, Abdi juga aktif mendokumentasikan warisan budaya Sulawesi Barat.

Ia menilai identitas daerah tersimpan dalam artefak neolitik di Kalumpang hingga motif-motif kain tradisional yang sarat makna.

Melalui berbagai ekspedisi, ia berupaya menjaga agar warisan tersebut tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga menjadi modal bagi generasi mendatang.

Di sisi lain, Abdi juga berperan dalam menggerakkan ekosistem kreatif di Mamuju.

Lewat kelas film dan produksi konten digital, ia mendorong anak muda untuk berani bercerita tentang daerahnya sendiri.

Menurutnya, media visual dan teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Dengan semangat kolaborasi, Abdi Latif terus berupaya menghadirkan perubahan nyata.

Ia menjadi bukti bahwa anak muda daerah mampu mengambil peran penting dalam membangun masa depan yang lebih mandiri, berbudaya, dan berdaya saing.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.