Ismail Rasyid Raih Gelar Doktor Cumlaude di ITL Trisakti, Angkat Isu Strategis Digital Supply Chain
Mawaddatul Husna April 16, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Jakarta

TribunGayo.com, JAKARTA - Putra Aceh dari Matang Kuli, Ismail Rasyid resmi meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam sidang terbuka yang digelar di Auditorium Lantai 7 Kampus Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Jakarta Timur, Rabu (15/4/2026).

Ia tercatat sebagai doktor ke-34 di Fakultas Manajemen dan Bisnis Pascasarjana ITL Trisakti, dengan capaian IPK 3,91.

Sidang dipimpin  Prof Dr Juliater Simarmata SE MM. 

Disertasi Ismail Rasyid yang berjudul “Analisis Pengaruh Integrasi Rantai Pasok, Digital Supply Chain, Network Embeddedness Terhadap Competitive Performance dan Innovation Performance Pada Perusahaan Freight Forwarding Nasional dan Internasional” mengangkat isu strategis terkait transformasi industri logistik.

Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi rantai pasok dan penerapan digitalisasi dalam sistem supply chain sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing dan kinerja inovasi perusahaan freight forwarding, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sidang tersebut, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya TNI Dr Irwansyah, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

Dan berharap ilmu yang diperoleh dapat berkontribusi pada pembangunan nasional, termasuk membuka peluang kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kementerian.

"Mari kita doakan semoga Dr Ismail Rasyid jadi menteri, " kata Laksamana Madya Irwansyah. 

Sofyan A Djalil Sarankan Tetap Fokus pada Dunia Usaha

Sementara itu, Dr Sofyan A Djalil menyebut keberhasilan Ismail Rasyid sebagai sesuatu yang langka, mengingat ia mampu meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude ditengah kesibukan profesional.

“Ini spesies langka. Tidak mudah meraih doktor cumlaude sambil tetap aktif bekerja.

Kita berharap Ismail Rasyid dapat memberikan kontribusi besar, karena tidak banyak pengusaha yang memiliki kedalaman intelektual seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman Ismail Rasyid mengikuti pendidikan di Lemhannas menjadi nilai tambah dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

Terkait dorongan untuk masuk ke ranah kepemimpinan publik, bahkan wacana menjadi gubernur, disampaikan pula pandangan agar Ismail Rasyid tetap fokus pada dunia usaha.

“Kalau bicara soal kepemimpinan, termasuk menjadi gubernur, saya justru menyarankan tetap menjadi pengusaha.

Tidak perlu terlalu jauh ke politik, tetapi terus berkontribusi melalui dunia usaha,” tambah Sofyan A Djalil.

Keberhasilan ini menegaskan sosok Ismail Rasyid sebagai figur profesional yang mampu memadukan praktik bisnis dengan kekuatan akademik.

Sekaligus menjadi inspirasi bagi kalangan pengusaha untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual ditengah dinamika global.

Ismail Rasyid pendiri dan CEO Trancontinent, perusahaan logistik yang telah mengembangkan sayap di mancanegara. (*) 

Baca juga: Ismail Rasyid Soroti Dampak Penutupan Selat Hormuz dalam Sidang Terbuka Doktor

Baca juga: Gubernur Gusnar Ismail Presentasi ke Ismail Rasyid Peluang Investasi di Gorontalo

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.