SMPN 16 Bandar Lampung Manfaatkan Hasil TKA untuk Memetakan Kemampuan Siswa
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 16, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- SMPN 16 Bandar Lampung telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 16 Bandar Lampung, Suyoso memaparkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai bagian dari upaya pemetaan mutu pendidikan secara objektif dan terstandar.

Ia menjelaskan, TKA bertujuan mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya.

Namun demikian, pelaksanaannya tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa.

"Di sekolah kami, TKA bersifat sukarela. Fungsinya lebih sebagai alat pemetaan kemampuan akademik, validator nilai rapor, serta pendukung seleksi prestasi, bukan penentu kelulusan," ujar Suyoso, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Beri Bantuan Korban Banjir Uang Tunai dan Beras  

Menurutnya, kebijakan terbaru menegaskan bahwa TKA bukan penilaian utama, melainkan asesmen tambahan setelah dihapusnya Ujian Nasional.

Dengan demikian, hasil TKA tidak secara langsung memengaruhi nilai rapor siswa.

Pelaksanaan TKA tingkat SMP tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, dengan sistem ujian berbasis komputer (CBT) yang dilaksanakan secara daring.

Ujian dibagi dalam tiga sesi setiap hari dan berlangsung selama dua hari untuk tiap peserta.

Pada hari pertama, siswa mengerjakan literasi Bahasa Indonesia dan numerasi (Matematika). Sementara hari kedua mencakup literasi Bahasa Inggris dan tes sains.

"Sebelum pelaksanaan utama, siswa telah mengikuti simulasi pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, serta gladi bersih pada 9 hingga 17 Maret 2026," ujarnya.

Pihak sekolah juga melakukan berbagai persiapan, mulai dari bedah kisi-kisi, latihan soal berbasis HOTS, hingga pengayaan materi.

Selain itu, sekolah melibatkan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa di rumah.

"Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Kami juga mengadakan bimbingan tambahan dua kali dalam seminggu untuk memperkuat kesiapan siswa," jelasnya.

Dari sisi teknis, pelaksanaan TKA membutuhkan perangkat komputer atau laptop dengan koneksi internet stabil.

Siswa mengerjakan soal secara real-time melalui sistem yang telah disediakan, di bawah pengawasan proktor.

Dalam hal penilaian, TKA menggunakan skala 0 hingga 100 dengan dua angka di belakang koma.

Penilaian difokuskan pada kemampuan kognitif, penalaran logis, numerik, dan verbal siswa.

Lebih lanjut, hasil TKA dimanfaatkan sekolah untuk pemetaan kompetensi siswa, evaluasi metode pembelajaran, serta perbaikan kualitas pendidikan.

Data tersebut juga dibandingkan dengan rata-rata nasional untuk melihat posisi capaian siswa.

"Jika hasil belum optimal, tindak lanjutnya berupa pembinaan dan penguatan literasi serta numerasi, bukan remedial ujian," ujar Suyoso.

Ia menegaskan, TKA menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, sekaligus memberikan gambaran objektif kemampuan siswa tanpa menjadi beban kelulusan.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.