Temui Direksi KAI, Gubernur Fakhiri Jajaki Peluang Hadirkan Moda Kereta Api di Papua
Seno Tri Sulistiyono April 16, 2026 03:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Papua Matius D Fakhiri menjajaki peluang menghadirkan moda transportasi kereta api saat bertemu dengan jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jakarta baru-baru ini.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mewujudkan konektivitas antarwilayah, sebagaimana yang telah dijanjikan kepada masyarakat Papua.

Matius D Fakhiri menegaskan, pertemuan dengan direksi KAI merupakan bagian dari tahapan awal untuk menghadirkan transportasi darat modern di Papua.

Baca juga: KAI Akan Tambah Rangkaian Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung Jadi 12 Gerbong

"Kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia tidak lepas dari perhatian pemerintah pusat, khususnya Prabowo Subianto," ungkapnya di Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.

Menurut Fakhiri, meskipun rencana awal pembangunan kereta api hanya mencakup rute Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, hal tersebut merupakan pijakan penting dalam mewujudkan impian besar masyarakat Papua dan bakal merata di seluruh Papua.

" Semoga proyek ini dapat menjadi awal dari pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua. Kereta api juga bukan hanya transportasi untuk masyarakat akan tetapi bakal dijadikan akutan serta mobilisasi barang nantinya," ujar Fakhiri.

Jika tidak berhalangan, kata Fakhiri, akhir bulan Tim ahli dari PT KAI yang didampingi tim khusus dari Provinsi Papua bakal melakukan survei rute yang dijadikan rel kereta api.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasydin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Fakhiri beserta rombongan ke kantor KAI. 

Ia menilai inisiatif tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong realisasi kehadiran kereta api di Papua.

Bobby menambahkan bahwa pembangunan kereta api di Papua bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ucap Dirut PT KAI.

Dirut menegaskan bahwa pembangunan kereta api di Papua sejalan dengan visi dan harapan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.

"Nantinya kehadiran Kereta api merupakan implementasi pemerataan untuk kesejahteraan dan itu yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.