Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang mencapai rekor baru pada Maret 2026. Kenaikan itu terjadi meski turis asal China dan Timur Tengah masih mengalami penurunan signifikan.
Data Japan National Tourism Organization (JNTO), yang dirilis Rabu (15/4/2026), mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 3,6 juta orang. Angka itu naik 3,5% dibandingkan Maret tahun lalu dan menjadi rekor tertinggi untuk periode tersebut.
Melansir , Kamis (16/4) di tengah kenaikan itu, jumlah wisatawan asal China justru turun tajam, tercatat hanya 291.600 orang atau merosot 56 %. Kondisi serupa juga terlihat pada wisatawan dari Timur Tengah, jumlahnya turun 30% menjadi 16.700 orang seiring dampak konflik di Iran.
JNTO menyebut peningkatan total kunjungan didorong faktor musiman. "Peningkatan ini didukung oleh dimulainya musim bunga sakura pada akhir Maret serta libur sekolah yang bertepatan dengan Paskah pada April," tulis JNTO dalam keterangannya.
Musim sakura yang biasanya berlangsung pada akhir Maret hingga awal April memang menjadi daya tarik utama. Pada periode ini, wisatawan dan warga lokal memadati berbagai ruang terbuka untuk menikmati mekarnya bunga sakura yang menandai datangnya musim semi.
Sebelumnya, wisatawan China merupakan penyumbang terbesar kunjungan ke Jepang. Namun, jumlahnya terus turun setelah hubungan kedua negara memburuk.
Ketegangan meningkat sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu menyatakan kemungkinan Jepang akan ikut campur secara militer jika China berupaya menguasai Taiwan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing.
Sejak itu, penurunan jumlah wisatawan China terjadi bertahap. Pada Desember tercatat turun 45%, kemudian anjlok 61% pada Januari, dan kembali turun 45% pada Maret.
Di sisi lain, wisatawan asal Korea Selatan kini menjadi penyumbang terbesar sejak Januari. Selain itu, kunjungan dari Meksiko melonjak 70%, sementara Malaysia dan Vietnam masing-masing mencatat kenaikan hampir 45%.





