Gelagat Balita NIZ Sebelum Tewas Diduga Dianiaya di Kediri, Tubuh Penuh Luka, Kakak Korban Bereaksi
Musahadah April 16, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID I KEDIRI - Terungkap perilaku atau gelagat NIZ, balita asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri ditemukan meninggal dunia, Rabu (15/4/2026) malam.

NIZ diduga menjadi korban kekerasan dalam lingkup keluarga yang berujung hilangnya nyawa korban.

Kakak kandung korban, Muhammad Wahyudi mengaku sempat bertemu dengan sang adik beberapa hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

"Terakhir bertemu dua hari yang lalu, saat itu dia sedang tidur. Saya memang tidak tinggal serumah," kata Wahyudi usai proses pemakaman, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan terakhir itu, Wahyudi mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan.

Baca juga: BREAKING NEWS Balita Tewas Diduga Dianiaya di Ngronggo Kediri, Tubuhnya Penuh Luka

Ia menyebut adiknya dikenal sebagai anak yang pendiam dan cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur.

"Setiap saya ke rumah nenek, dia lebih banyak tidur dan jarang bicara," imbuhnya.

Wahyudi secara tegas meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa adiknya tersebut.

Ia berharap tidak ada yang ditutup-tutupi dalam proses penyelidikan.

Wahyudi mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian, lantaran sudah tidak tinggal satu rumah dengan korban.

Meski demikian, Wahyudi tidak menampik adanya informasi dari warga terkait dugaan kekerasan yang dialami korban. Ia pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Harapannya diusut tuntas, dicari kebenarannya. Kalau pelakunya sudah ketemu, saya ikut keputusan hukum saja," tegasnya.

Kronologi NIZ Ditemukan Tewas

Peristiwa memilukan tersebut pertama kali terungkap saat kakak tiri korban menemukan NIZ dalam kondisi terbujur kaku di salah satu ruangan rumah. 

Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar yang kemudian memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Ketua RW setempat, Baharudin Yusuf, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kondisi korban yang mencurigakan. Ia menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh balita tersebut yang mengarah pada dugaan kekerasan fisik.

"Pada bagian bawah pelipis mata serta bagian perut korban terdapat luka memar. Saat ditemukan, korban hanya bersama neneknya, sementara ayah tiri dan ibunya sedang bekerja," kata Baharudin, Rabu (15/4/2026) malam.

Kondisi korban saat ditemukan semakin menguatkan kecurigaan warga terkait dugaan adanya tindakan penganiayaan. 

Warga yang datang ke lokasi melihat adanya bekas luka di beberapa bagian tubuh yang dinilai tidak wajar untuk seorang balita.

Tak hanya itu, warga juga mengungkap dugaan kekerasan yang tidak hanya dialami NIZ. 

Bahkan saat kejadian, warga mendapati sekujur tubuh kedua kakak korban dipenuhi luka serta bekas sundutan rokok.

Di sisi lain, para tetangga mengaku tidak mendengar adanya kejanggalan sebelum korban ditemukan tewas.

Ririn, tetangga korban, menyebutkan suasana sore itu sangat sunyi karena cuaca buruk.

"Saat warga datang, kondisinya (korban) sudah tidak ada napas. Warga juga enggak ada yang tahu karena sore tadi itu hujan deras," kata Ririn saat ditemui Kompas.com.

Hal senada diungkapkan Suparno, tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban.

"Tadi itu enggak ada suara-suara berisik atau tangis bocah. Tiba-tiba ada kabar anaknya meninggal itu," ucapnya.

3 Orang Diamankan

Ilustrasi balita
Ilustrasi balita (pixabay.com)

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang anggota keluarga korban, yakni ibu kandung (H), ayah tiri (W), serta nenek korban (S) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian balita tersebut.

"Kronologis belum bisa disampaikan karena masih penyelidikan. Kami juga menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian," ujar Achmad, Rabu.

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara dan menunggu hasil autopsi resmi dari tim medis RS Bhayangkara untuk menentukan status hukum para terperiksa. (kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.