MU Ubah Arah Kebijakan: Fokus ke Transfer Pemain Bukan Pelatih, Michael Carrick Diuntungkan
Dwi Setiawan April 16, 2026 06:24 PM

TRIBUNNEWS.COM - Manchester United mulai melakukan perubahan besar dalam strategi pembangunan tim jelang bursa transfer musim panas 2026.

Secara internal, klub menyadari bahwa fondasi kesuksesan tidak lagi semata ditentukan oleh sosok pelatih, melainkan kualitas pemain yang dimiliki dalam skuad.

Dalam beberapa musim terakhir, United merasakan dampak dari keputusan yang kurang tepat dalam memilih pelatih.

Penunjukan Erik ten Hag hingga kegagalan pendekatan terhadap Ruben Amorim dinilai memakan biaya besar tanpa menghadirkan stabilitas jangka panjang.

Biaya pesangon Erik ten Hag dan Ruben Amorim pun ditaksir mencapai lebih dari Rp600 miliar.

Berkaca dari pengalaman tersebut, manajemen Setan Merah kini mengubah pendekatan.

Fokus utama diarahkan pada investasi pemain yang mampu memberikan dampak nyata di lapangan, dibanding sekadar mendatangkan pelatih dengan nama besar, seperti dilaporkan ESPN.

SELEBRASI - Pelatih Manchester United, Michael Carrick merayakan kemenangan bersama timnya setelah mengalahkan Arsenal 3-2 pada pekan ke-23 Liga Inggris, di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB.
SELEBRASI - Pelatih Manchester United, Michael Carrick merayakan kemenangan bersama timnya setelah mengalahkan Arsenal 3-2 pada pekan ke-23 Liga Inggris, di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB. (Manchester United)

Nama seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha secara tidak langsung menjawab mengapa MU lebih memilih memprioritaskan pemain.

Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha sendiri didatangkan saat era Ruben Amorim. Namun pelatih interim Michael Carrick dapat melanjutkan warisannya.

Kebijakan ini didasari keyakinan bahwa skuad yang kuat dan seimbang akan lebih menentukan keberhasilan tim dalam jangka panjang.

Baca juga: Sudah Terlanjut Cinta, Garnacho Akui Tak Pernah Menyesal Pernah Berseragam Manchester United

Pelatih tetap memiliki peran penting, namun bisa diganti sesuai kebutuhan, begitu pula dengan sistem permainan yang dapat disesuaikan.

Sebaliknya, kesalahan dalam aktivitas transfer dapat menjadi beban jangka panjang, baik secara finansial maupun teknis.

Pemain yang gagal memenuhi ekspektasi berpotensi menghambat perkembangan tim dan sulit dilepas tanpa kerugian besar.

Menurut laporan Transfermarkt, Manchester United juga mengincar sejumlah nama lain seperti Marcos Senesi (Bournemouth), Angelo Stiller (Stuttgart), Karim Coulibaly (Werder Bremen), Konstantinos Karetsas (Genk), Lewis Hall (Newcastle), hingga Iliman Ndiaye (Everton).

Dengan perubahan strategi ini, masa depan pelatih Michael Carrick disebut-sebut akan dipermanenkan untuk musim depan.

Setelah menjalani paruh pertama musim yang penuh gejolak di bawah Ruben Amorim, kembalinya Carrick membawa United kembali ke jalur positif dalam kampanye 2025/2026.

Dalam 11 penampilan terakhirnya sebagai pelatih MU, Carrick telah memberikan 7 kemenangan, 2 imbang dan 2 kali menelan kekalahan.

Carrick mendapat banyak pujian atas hasil impresif sejak kembali ke Old Trafford, dan kini berpeluang membawa tim kembali tampil di Liga Champions musim depan.

Saat ini, Manchester United berada di posisi ketiga klasemen Liga Inggris 2025/2026 dengan koleksi 55 poin dari 32 pertandingan.

Setan Merah hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi, termasuk wajib menang kontra Chelsea pada Minggu (19/4), untuk mengunci tiket Liga Champions.

Mantan kapten United, Bryan Robson, pun menilai Carrick layak mendapatkan posisi pelatih permanen jika mampu mencapai target tersebut.

“Saya pikir jika Michael membawa kami ke Liga Champions, dia pantas mendapatkan pekerjaan itu,” ujar Bryan Robson, dikutip dari United in Focus.

“Menurut saya, selama dia bisa membawa tim ke Liga Champions, dia layak dipertahankan,” pungkasnya.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.