SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Memperingati Hari Bumi Sedunia Tahun 2026, Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., meresmikan Kolam Retensi Hujan Kota di Terminal Regional, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Muara Enim, yang didampingi Sekda Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si., dan Ketua TP. PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edion SPd, Kepala DLH Muara Enim DR H Rinaldo, SSTP MSi, Forkopimda, para OPD terkait, stake holder, dan para undangan.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 2 unit mobil sampah dan 16 unit motor roda tiga (bentor) dari PT. Bukit Asam tbk kepada UPTD Persampahan Muara Enim.
Kemudian juga diberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah berkomitmen dengan lingkungan. Dan melaksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan sejumlah perusahaan terkait dukungan pelestarian lingkungan.
Bupati Muara Enim Edison, mengatakan bahwa kolam retensi yang di dibangun menggunakan dana APBD dan APBD-P Tahun 2025 senilai Rp 7,7 miliar tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di kecamatan Muara Enim.
Selain sebagai tempat penadah air hujan, lanjut Edison, kolam retensi ini juga diharapkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi dan edukasi dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
"Peringatan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April bukan sekadar seremonial belaka. Tapi ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk menjaga bumi sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang," ujar Edison.
Lebih lanjut, Edison menegaskan bahwa, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar lingkungan tetap lestari dan nyaman ditinggali. Momentum ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan (MEMBARA).
Edison menambahkan, pemerintah daerah juga terus mengembangkan ruang terbuka hijau, termasuk hutan kota, taman kota, serta sabuk hijau di sepanjang jalan dan bantaran sungai.
"Selain itu, pengembangan Taman Kehati Bedegung di Kecamatan Panang Enim menjadi salah satu upaya strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, H. Rinaldo, menjelaskan bahwa selain peresmian kolam retensi, juga dilaksanakan pula penanaman simbolis 1.500 bibit pohon bantuan dari PT.
Bukit Asam tbk. Dimana, nantinya bibit-bibit pohon tersebut akan disebar di 22 Kecamatan se Kabupaten Muara Enim sebagai wujud dukungan dunia usaha terhadap upaya kelestarian lingkungan.
"Saya minta nanti setiap camat untuk memberikan bukti foto bahwa bibit yang diberikan benar-benar ditanam di setiap desa serta memastikan perawatan dan pelaporannya secara berkala," harap Aldo.
Lanjut Aldo, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat aksi nyata seperti pengelolaan sampah, rehabilitasi lahan, dan konservasi sumber daya alam.
Melalui momentum ini, Pemkab Muara Enim berharap gerakan peduli lingkungan dapat terus tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kelestarian alam.
"Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan generasi mendatang,” pungkasnya.(ari)
Baca juga: Tekan Inflasi, Warga Serbu Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah Pemkab Muara Enim