Laporan Wartawan TrubunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka jalan bagi pelajar di Kabupaten Puncak untuk menembus sekolah kedinasan bergengsi tingkat nasional.
Melalui sosialisasi masif di wilayah pegunungan tersebut, Pemprov menjanjikan bimbingan belajar khusus di Jayapura guna membekali putra-putri daerah agar siap bersaing masuk ke institusi elit seperti STAN, STIS, hingga STMKG pada seleksi mendatang.
Langkah strategis ini dimotori oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah.
Baca juga: Yuni Wonda: Organisasi Kemasyarakatan adalah Mitra Strategis Pembangunan Puncak Jaya
Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini bertujuan memutus rantai keterbatasan informasi pendidikan di wilayah pedalaman.
Selama ini, minat pelajar di Papua Tengah cenderung hanya terpusat pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Padahal, banyak sekolah kedinasan lain yang menawarkan karier cemerlang.
"Indonesia memiliki banyak sekolah kedinasan unggulan seperti STAN, STIS, Poltekip, Poltekim, dan STMKG. Kami ingin anak-anak di Puncak tahu bahwa peluang mereka sangat luas," ujar Wanda dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Dengan adanya pendampingan, pemerintah mengharapkan putra-putri asli Papua memiliki kesiapan mental dan akademis yang setara dengan pendaftar dari daerah lain di Indonesia.
Baca juga: Uskup Timika Sebut Ideologi Ekonomi Bunuh Kreativitas Siswa di Tanah Papua
Wanda memastikan bahwa langkah proaktif ini merupakan bagian dari program prioritas gubernur dan wakil gubernur dalam mencetak generasi muda unggul dan berdaya saing global.
Kadernisasi ini bukan tanpa alasan, sebab gubernur dan wakil menginginkan roda pemerintahan Papua Tengah di masa mendatang, dikendalikan oleh sumber daya handal.
"Melalui komitmen pendidikan yang merata dan inklusif, kami optimis pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kualitas manusia yang siap membangun tanah kelahirannya dengan kompetensi yang mumpuni," ujarnya. (*)