TRIBUNDEPOK-Terekam detik-detik sebuah sekolah di Marwahin, Lebanon Selatan diledakan oleh Israel.
Ledakan besar tersebut meratakan seluruh bangunan gedung sekolah di Lebanon Selatan itu.
Bahkan ledakan sekolah tersebut didokumentasikan oleh militer Israel IDF.
Belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi. Namun video tersebut viral pada Kamis (16/4/2026) seperti ditayangkan ulang oleh akun X Quds Network.
Pada hari yang sama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun bersumpah akan terus menggempur Lebanon dengan alasan menyasar Hizbullah.
Namun demikian, Netanyahu kini terang-terangan mengaku berambisi merebut Bent Jbeil dari Lebanon.
Bahkan IDF akan memperluas zona penjajahan di Lebanon yang berbatasan dengan Israel.
“Secara bersamaan, kemarin saya memberikan instruksi kepada IDF untuk terus memperluas zona keamanan,” bebernya.
Bukan hanya siap menjajah Lebanon, Netanyahu juga mengaku akan siap berperang lagi dengan Iran bersama AS.
Netanyahu mengaku intens berkomunikasi dengan AS untuk memperbaharui pertempuran dengan Iran.
“Teman-teman Amerika kami terus memperbarui kami tentang kontak dengan Iran. Tujuan kami sama. Menjelang kemungkinan bahwa pertempuran akan dilanjutkan, kami siap untuk setiap skenario,” jelasnya.
Dimuat BBC pada kenyataannya Israel bukan hanya menewaskan Hizbullah dalam serangan namun ribuan warga sipil Lebanon juga ikut gugur dalam perang.
Bahkan pada hari Rabu kemarin Israel telah menewaskan sedikitnya tiga paramedis di Lebanon selatan.
Baca juga: Balas Kekejaman Netanyahu di Lebanon, Hizbullah Serang Pusat Komunikasi Israel
Pejabat Lebanon pun menuduh Israel sengaja menargetkan petugas kesehatan dalam perang melawan Hizbullah.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, sebuah tim dari Asosiasi Kesehatan Islam diserang saat mencoba menyelamatkan orang-orang dari lokasi serangan Israel di kota Mayfadoun, wilayah Nabatieh, pada hari Rabu kemarin.
Satu paramedis tewas dan satu lainnya masih hilang.
Ketika tim kedua dari Asosiasi Kesehatan Islam menuju lokasi kejadian, tim tersebut juga diserang, dan tiga paramedis terluka, kata kementerian itu.
Kemudian, dua ambulans dari Asosiasi Pramuka Risala dan Layanan Ambulans Nabatieh, yang telah dikerahkan ke lokasi kejadian, juga diserang.
Dua paramedis tewas dan tiga lainnya terluka.
Kekejaman Netanyahu lainnya terjadi pada hari pertama gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS).
Netanyahu menolak gencatan senjata di wilayah Lebanon dan terus menggempur perbatasan.
Bahkan dalam waktu 10 menit, lebih dari 200 warga Lebanon gugur usai terkena serangan tentara Israel.