TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Muklisin (41), petugas PPSU Kelurahan Penjaringan yang viral usai rutin mengunggah foto hasil kerjanya di Instagram, baru saja mendapat rezeki.
Berkat kinerjanya, Muklisin diberikan tiket umroh oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kejutan itu disampaikan Pramono dalam Rapat Besar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026) kemarin.
Dalam kesempatan itu, Pramono bahkan mengajak Muklisin naik ke atas panggung dan mengapresiasi kinerja anak buahnya si anggota pasukan oranye itu.
Pramono lantas memberikan hadiah spesial, yakni Muklisin berkesempatan untuk berangkat umrah dalam waktu dekat.
Ditemui TribunJakarta.com di lokasi kerjanya di Jalan Jembatan Tiga Raya pada Kamis (16/4/2026), Muklisin mengungkapkan cerita saat dirinya dipanggil sang gubernur.
Menurut Muklisin, Pramono sudah melihat langsung konten-konten media sosial yang dibuatnya dan terkagum-kagum.
Dari situ, Pramono akhirnya memanggil Muklisin datang ke TIM.
"Bapak Gubernur melihat konten saya ya, sampai saya dipanggil ke Balai Kota, ke Walikota, sampai ke Taman Ismail Marzuki kemarin itu," kata Muklisin.
Adalah suatu kebanggaan bagi Muklisin sampai bisa dipanggil dan diajak naik ke atas panggung oleh orang nomor satu DKI Jakarta.
Saat itu lah Muklisin mengaku tak bisa berkata-kata. Ia bahkan sempat gemetaran ketika naik ke atas panggung.
"Saya dipanggil sampai naik ke atas panggung itu saya gemeteran dah diberi apresiasi dan tiket umrah. Kalau dipanggil udah dua kali ini, cuman naik ke atas panggung baru kemarin. Rasanya udah bener-bener bangga, seneng, gemeter juga, banyak campur aduk pokoknya lah," ucap dia.
Menurut Muklisin, tak pernah sedikit pun terbersit di benaknya untuk bisa berangkat umrah.
Karena itu, ia masih sangat tak percaya begitu besar apresiasi yang diberikan gubernur sebagai pimpinan tertingginya di DKI Jakarta.
"Kalau buat impian nggak ada, makanya saya sampai aduh gimana ya nggak bisa berkata-kata pokoknya lah. Kok sampai sejauh ini sampai dapat umrah gitu nggak ada kepikiran gitu buat ke umrah-nya itu nggak ada," ungkapnya.
Melalui akun media sosialnya itu, setiap hari Muklisin mengunggah foto-foto kondisi lingkungan yang baru saja ia bersihkan.
Muklisin membuat perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah alias before-after dibersihkan.
Selain aktivitas membersihkan lingkungan, Muklisin juga mengunggah konten-konten sarat edukasi.
Misalnya, ia berulangkali mengunggah gambar ketika sedang menghalau orang-orang tak bertanggungjawab yang berupaya membuang sampah sembarangan.
Sebelum viral seperti sekarang, Muklisin mengaku hanya ingin mengunggah hasil kerjanya setiap hari ke akun Instagram-nya.
"Emang nggak disengaja, emang saya nggak selalu bikin konten. Saya cuma nge-upload hasil kerja saya. Nggak maksud emang pengen viral apa nggak," ucap Muklisin.
Menurut Muklisin, foto-foto yang ia unggah setiap hari juga untuk membuktikan bahwa selama ini pasukan oranye benar-benar bekerja untuk membersihkan lingkungan.
Hal itu dilakukannya karena Muklisin masih sering mendengar komentar miring dari banyak orang yang menganggap petugas PPSU tak bekerja maksimal.
"Buat edukasi juga. Buktiin kalau kita tuh kerja. Selama ini kan banyak yang bilang gaji PPSU gede kerja nggak ada. Ya kita buktikan," ucapnya.
Selain unggahan soal kinerja hariannya, Muklisin juga sering memperlihatkan perilaku tak terpuji dari orang-orang yang membuang sampah sembarangan.
Orang-orang tak bertanggungjawab ini seringkali ditemui Muklisin di beberapa titik yang menjadi zona kerja hariannya.
"Saya sengaja setiap subuh jam 4 atau jam 3 saya sudah ngontrol di zona saya. Emang ada yang buang, oknum. Rata-rata begitu, galak. Lebih galakan dia," ucap dia.
Muklisin pun berharap apa yang dilakukannya ini dapat menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama agar tidak membuang sampah sembarangan.
Baca juga: Aksi Petugas PPSU Muklisin Berbuah Manis, Pramono Anung: Sudah Pernah Umrah Belum?
Baca juga: Aksi Viral Muklisin Berbuah Manis, Gubernur Pramono Hadiahi Anggota PPSU Penjaringan Umrah
Baca juga: 3 PPSU Kena Sanksi Buntut Kasus AI JAKI, Pramono: Kesempatan Terakhir Jika Masih Mau Kerja