Kinerja Wasit Super League Kerap Diprotes, Ketum PSSI Ungkap Data: Akurasi Keputusan Sudah 90 Persen
Hasiolan Eko P Gultom April 16, 2026 07:30 PM

Kinerja Wasit Super League Kerap Diprotes, Ketum PSSI Beberkan Data: Akurasi Keputusan Sudah 90 Persen

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara terkait kinerja wasit di Super League 2025/2026 yang masih kerap menuai protes oleh beberapa pelatih, meski teknologi Video Assistant Referee (VAR) telah digunakan.

Menurut Erick, perbedaan pandangan terhadap keputusan wasit merupakan hal yang lumrah dalam sepakbola.

Ia menegaskan, hasil pertandingan memang tidak selalu bisa diterima semua pihak.

Baca juga: Daftar Lengkap Wasit Piala Dunia 2026: Meningkat Drastis dari Edisi Qatar

“Kalau sepak bola, apa pun hasilnya pasti bisa diterima dan tidak diterima,” ujar Erick di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Meski demikian, Erick mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari operator liga dalam rapat Exco, tingkat kompetitif pertandingan kandang dan tandang dinilai cukup baik.

Selain itu, Erick juga menyebut akurasi keputusan wasit saat ini mencapai angka 90 persen. Meski belum sempurna, capaian tersebut dinilai sudah menunjukkan peningkatan.

“Dari laporan perwasitan sendiri, rata-rata akurasi keputusan itu 90 persen. Maunya tentu 100 persen,” beber Erick.

Lebih lanjut, Erick menegaskan, PSSI juga tidak segan memberikan sanksi tegas kepada wasit yang melakukan pelanggaran.

Sanksi tersebut mulai dari larangan memimpin pertandingan dalam jangka waktu tertentu hingga pemberhentian.

Di sisi lain, pria yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut mengapresiasi perkembangan kualitas wasit Indonesia yang mulai mendapat kepercayaan untuk memimpin pertandingan di level internasional, termasuk di cabang futsal.

Peningkatan kesejahteraan wasit juga menjadi perhatian PSSI. Erick menyebut, saat ini kompensasi bagi wasit di Indonesia termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga profesionalisme dan kualitas perwasitan di Indonesia.

Tidak mungkin kita menjaga wasit kalau seperti dulu, ketika kondisi ekonominya tidak cukup untuk kehidupan bulanan. Sekarang itu sudah kita perbaiki,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.