Pertama Kali di MTQ Sulsel, Lomba Kaligrafi Digital Diserbu Peserta, 22 Orang Ikut Bertanding
Saldy Irawan April 16, 2026 08:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Lomba kaligrafi digital di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Bupati Maros menjadi salah satu cabang yang mencuri perhatian.

Pasalnya, cabang ini baru pertama kali dipertandingkan di tingkat provinsi.

Sebelumnya, kaligrafi digital hanya tampil sebagai eksebisi pada MTQ tingkat nasional di Kalimantan Timur tahun 2024.

Ketua tim lomba MTQ Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, mengatakan Sulsel menjadi daerah pertama yang menggelar lomba ini secara resmi di level provinsi.

“Untuk MTQ provinsi, ini yang pertama kita adakan. Karena memang masih sangat baru. Di tingkat nasional saja masih eksebisi,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Meski tergolong baru, antusias peserta cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 22 peserta putra dan putri ambil bagian dalam lomba kaligrafi digital tersebut.

Jumlah itu bahkan meningkat dibanding saat eksebisi di MTQ nasional yang hanya diikuti sekitar 10 peserta.

“Alhamdulillah antusias peserta sangat tinggi. Nanti tetap ada juara putra dan putri,” jelasnya.

Pelaksanaan lomba kaligrafi digital tidak digelar di aula utama seperti cabang lainnya.

Panitia memilih ruang pola Kantor Bupati Maros sebagai lokasi lomba, bersamaan dengan cabang karya tulis ilmiah Alquran.

Menurut Wahyadi, hal itu dilakukan karena kebutuhan fasilitas digital yang memadai.

Setiap perangkat peserta dikoneksikan dengan layar yang dapat dipantau langsung oleh dewan hakim.

“Jadi tidak ada istilah kecurangan. Semua karya dibuat langsung tanpa template,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh cabang lomba kaligrafi, termasuk digital, telah menyelesaikan babak penyisihan.

Para peserta yang lolos akan melanjutkan ke babak final yang dijadwalkan berlangsung Jumat (17/4/2026).

“Iya, semua golongan sudah selesai penyisihan. Besok masuk final,” katanya.

Untuk memastikan penilaian tetap objektif, panitia juga melakukan perolingan dewan hakim ke berbagai cabang lomba.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi keberpihakan, terutama jika peserta berasal dari daerah yang sama.

Selain itu, seluruh perangkat lomba telah dipersiapkan secara matang guna meminimalisir kendala teknis saat final berlangsung.

“Supaya penilaiannya benar-benar murni dari kualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXIV Sulsel, Muetazim Mansyur, memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan sesuai jadwal.

“Kalau melihat progres lomba, insya Allah semua berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menegaskan, babak final tetap akan dilaksanakan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Final akan dilaksanakan tanggal 17,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.