Maxim Masih Tahan Tarif di Tengah Kekhawatiran BBM Naik
Siti Fatimah April 16, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memanasnya gejolak Timur Tengah membuat harga minyak dunia melambung tinggi, buntut Amerika Serikat yang sempat memblokade Selat Hormuz. 

Terlebih, dua kapal tanker milik Pertamina hingga kini masih belum bisa kembali berlayar dan tertahan di kawasan Teluk Persia.

Di tengah ketidakpastian itu, perusahaan transportasi berbasis aplikasi memilih menahan diri sambil melihat arah kebijakan pemerintah.

Development Manager Maxim Regional Jawa Barat, Gery Hendra Saputra Badril, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengacu pada pernyataan pemerintah yang memastikan belum ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.

“Sejauh ini pemerintah kita sudah mengungkapkan bahwa tidak akan ada kenaikan. Kita juga berharap seperti itu,” ujar Gery, Kamis (16/4/2026). 

Meski demikian, ia mengakui pihaknya tetap mencermati perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, kebijakan tarif, termasuk kemungkinan penyesuaian, sangat bergantung pada kondisi ekonomi secara umum.

“Untuk kenaikan dan lain-lain sebenarnya kita akan melihat situasi dan kondisi,” katanya.

Gery menyebut, stabilitas harga BBM menjadi faktor krusial, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat luas.

Pasalnya, perubahan harga energi memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor.

“Untuk kami, masyarakat, kenaikan bahan bakar minyak itu kan mempengaruhi ke segala lini,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga kondisi tetap stabil dan kondusif, sehingga tidak terjadi gejolak yang signifikan di lapangan, terutama yang berpotensi membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

“Jadi saya harap semuanya stabil, kondusif, jadi tidak harus ada perubahan-perubahan yang signifikan,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.