Perintah Trump Blokade Selat Hormuz, China Dicemaskan Marah Jika Ini Terjadi
Refly Permana April 16, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Blokade di Selat Hormuz yang dilakukan Amerika Serikat atas perintah Donald Trump diprediksi bakal diperpanjang.

Sebab, Negeri Rumah Putih merasa ada dampak positif dari kebijakan sang presiden tersebut.

Akan tetapi, potensi buruk lain ada di depan mata, yakni mengundang amarah militer China.

Mengutip egypindependent.com, seorang Peneliti Senior FDD bernama Miad Maleki, kemungkinan tersebut sangat bisa terjadi.

Sebab, tujuan dari blokade adalah menciptakan tekanan dari negara-negara luar yang membeli minyak Iran.

Baca juga: Kasih Paham Trump! AS Klaim Blokade Selat Hormuz, Tapi Kapal Tanker Super Iran Santai Melintas

Situasi ini bisa memicu konflik lanjutan apabila kapal-kapal Amerika Serikat mencegat kapal-kapal China yang berlayar dari Iran.

Apabila ini terjadi, situasi mungkin memanas sebelum Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing.

Tanda-tanda blokade Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz diperpanjang terlihat dari ucapan Pete Hegseth.

Mengutip Aljazeera.com, Kepala Pentagon Amerika Serikat ini mengatakan kemungkinan itu terjadi apabila Amerika Serikat melihat suatu hal ganjil di lapangan.

"Blokade militer terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut "selama diperlukan," ucapnya, dikutip Kamis (16/4/2026) WIB.

Militer Amerika Serikat terus memantau pergerakan militer Iran selama jeda pertempuran, yang saat ini direncanakan akan berlanjut hingga awal pekan depan.

“Kami mengisi ulang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya…dan yang lebih penting lagi, dengan intelijen yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Hegseth.

Baca juga: Seperti Apa Blokade Amerika Serikat Terhadap Selat Hormuz? Iran : Republik Islam tak Tinggal Diam

“Saat Anda mengekspos diri Anda dengan pergerakan Anda kepada pengawasan kami, kami siap siaga untuk menyerang infrastruktur dwiguna Anda yang penting, pembangkit listrik Anda yang tersisa, dan industri energi Anda,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.