TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), sebelum mengalami gejala dugaan keracunan, ternyata disajikan dengan komposisi gizi yang cukup lengkap.
Menu yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk pada Rabu (15/4/2026) terdiri dari nasi putih, telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah kelengkeng.
Menu tersebut merupakan bagian dari program MBG yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian siswa, dengan komposisi seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, dan serat.
Untuk kandungan gizinya, porsi kecil mengandung sekitar 427,6 kkal energi, 17,6 gram protein, 13,8 gram lemak, 62 gram karbohidrat, dan 1,5 gram serat. Sementara porsi besar mengandung 607,3 kkal energi, 20,6 gram protein, 14 gram lemak, 101,8 gram karbohidrat, dan 1,7 gram serat.
“Untuk hari Rabu itu menunya ada nasi, telur sambal kecap, tumis sayur, tempe, dan buah kelengkeng,” ujar Kepala SPPG Air Asuk, Jaya Saputra, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Ratusan Siswa di Anambas Sebelum Alami Gejala Keracunan
Ia menegaskan menu tersebut telah melalui prosedur standar sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Untuk makanan di hari itu sudah dipastikan aman dan layak konsumsi. Bahkan sebelum dibagikan, ada sampel yang diuji dan dikonsumsi oleh tim ahli gizi sesuai SOP,” ujarnya.
Namun, sekitar dua jam setelah makanan dibagikan, mulai muncul laporan siswa yang mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah.
Peristiwa ini berdampak pada 155 orang, baik pelajar maupun warga dewasa yang turut mengonsumsi makanan tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan. Sampel makanan telah diamankan dan akan diuji di BPOM Batam untuk mengetahui kandungan yang diduga memicu gejala tersebut.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan memastikan sebagian besar korban telah pulih dan tidak ada kasus yang berujung fatal.
Operasional SPPG Air Asuk untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium serta evaluasi dari pihak terkait. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).