TRIBUNJAKARTA.COM - PSBS Biak bakal bertemu Persija Jakarta dalam laga pekan ke-28 Super League 2025/2026 pada Sabtu (18/4/2026).
Laga PSBS Biak Vs Persija Jakarta akan tersaji di Stadion Maguwoharjo, Sleman kick off pukul 19.00 WIB.
Laga tersebut secara resmi digelar tanpa penonton.
"Mohon tidak hadir ke stadion dan sekitarnya. Dukung dari rumah dan doakan Persija pulang membawa poin 3," tulis akun instagram Persija Jakarta.
Jelang laga kontra PSBS Biak, Pelatih Macan Kemayoran Mauricio Souza menilai bahwa produktivitas Macan Kemayoran masih berada di trek yang ideal.
Sebelumnya, Mauricio khawatir karena tim besutannya kerap membuang banyak peluang.
Dari total satu musim ini, Persija mencatatkan tembakan sebanyak 153/309, berbanding 50 gol yang tercipta. Hal itu, menurut Mauricio, belum ideal.
“Saya rasa masalah besar tim kami selama ini adalah tidak berhasil mencetak gol dari banyaknya peluang yang diciptakan. Hal ini akhirnya menimbulkan ketidakkonsistenan pada tim di beberapa momen dalam kompetisi. Apa yang saya harapkan justru adalah apa yang kalian harapkan saat ini, bahwa kami terus mengulangi performa yang kami tunjukkan hari ini untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” tutur Mauricio dikutip dari laman resmi klub.
“Tim yang bermain seperti melawan Persebaya menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih hal-hal besar. Namun jika kami tidak menjaga konsistensi dalam kompetisi yang sulit, maka tidak akan bisa mencapai tujuan utama,” katanya lagi.
Konsistensi menjadi kata yang digaungkan Mauricio kepada skuadnya. Ia berharap pasukannya mampu mempertahankan standar performa yang telah ditunjukkan.
“Jadi, apa yang benar-benar saya harapkan adalah kami bisa mempertahankan tingkat performa ini di pertandingan berikutnya. Pada akhirnya kami akan melihat bagaimana kompetisi ini ditentukan. Sekarang kami fokus pada diri kami sendiri, berusaha melakukan yang lebih baik di setiap pertandingan,” ucap Mauricio.
Sedangkan lawan Persija Jakarta, PSBS Biak mengalami kondisi benar-benar kritis.
Klub asal Papua itu tidak hanya terpuruk di dasar klasemen Super League 2025/2026, melainkan juga dilanda krisis keuangan berat yang mengancam keberlangsung tim.
Bahkan kini para pemain dan ofisial resmi mengirim surat terbuka ke klub, ILeague, dan PSSI, pada Rabu (15/4/2026).
Dalam surat terbuka tersebut, para pemain dan ofisial mengeluhkan tunggakan gaji hingga tiga bulan serta kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum setelah latihan.
"Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji, di mana beberapa individu tidak menerima pembayaran selama kurang lebih dua setengah bulan, dan yang lainnya hingga tiga bulan." tulis surat terbuka tersebut, yang dikutip dari Instagram penyerang PSBS Biak, @hersus94 dikutip dari Tribunnews.com.
"Dalam beberapa kesempatan, kebutuhan dasar seperti air minum setelah sesi latihan tidak selalu tersedia. Selain itu, saat ini tidak tersedia makanan di akomodasi bagi pemain lokal."
"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritis," lanjut pernyataan tersebut.
Dalam surat tersebut juga tertulis, perwakilan pemain dan ofisial tim juga telah mencoba untuk menghubungi manajemen klub untuk memperoleh kejelasan mengenai situasi ini.
Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan dari manajemen PSBS Biak.
Krisis finansial ini semakin memperburuk performa di lapangan.
PSBS Biak kini menduduki peringkat 18 (dasar klasemen Super League) dengan hanya 18 poin dari 27 pertandingan.
Tim berjuluk Badai Pasifik ini sudah menelan 10 laga tanpa kemenangan (8 kekalahan dan 2 seri). Kemenangan terakhir mereka terjadi pada 12 Januari 2026 saat mengalahkan Bhayangkara FC 4-1.
Ya, PSBS Biak memang kerap menjadi bulan-bulanan tim lain di Liga 1 dengan catatan kebobolan paling buruk sebanyak 64 gol hingga pekan ke-27.
Dengan tujuh pertandingan tersisa, ancaman degradasi ke Liga 2 semakin nyata.
PSBS hanya terpaut dua poin dari Semen Padang (20 poin), serta lima poin dari Madura United (23 poin) di peringkat ke-16.
Sementara jaraknya dengan Persis Solo yang berada di zona aman (24 poin). Jika tidak ada perbaikan drastis, degradasi hampir pasti terjadi.
Kondisi keuangan yang limbung jelas memengaruhi mental dan fisik pemain.
Tanpa gaji tepat waktu, tanpa air minum yang memadai, tanpa lapangan latihan yang terjamin, dan dengan ancaman pengusiran dari tempat tinggal, konsentrasi tim buyar.
Krisis ini bukan hanya soal hasil pertandingan, melainkan soal kelangsungan hidup klub.
Pemain dan ofisial telah menghubungi APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) untuk memproses masalah ini. Surat terbuka mereka menjadi jeritan di tengah situasi darurat di PSBS Biak saat ini.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Macan Kemayoran sukses memenangkan dua laga saat kontra PSBS Biak dikutip akun instagram @tv_psj.
Persija Vs PSBS Biak 3-1
Persija Vs PSBS Biak 2-2
PSBS Biak Vs Persija 3-1
Prediksi susunan pemain Persija Jakarta saat bersua PSBS Biak dikutip dari akun Facebook Jak Revolution 1928
Persija Jakarta (4-3-3) - Carlos Eduardo; Donny Tri Pamungkas, Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Bruno Tubarao; Fabio Calonego,Jordi Amat, Van Basty Sousa; Maxwell Souza, Allano Lima, Eksel Runtukahu
Pelatih: Mauricio Souza.