TRIBUNJATENG.COM, PATI – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati yang digelar di Hotel Gitrary pada Kamis (16/4/2026) resmi memunculkan tujuh nama calon ketua.
Salah satu nama yang diusulkan adalah Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang menyatakan kesiapannya jika diberi amanah memimpin partai meskipun menyebut dirinya sebagai "kader naturalisasi."
Selain Risma Ardhi Chandra, enam nama lain yang masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Pati adalah Saifur Rizal alias Gus Rizal (Ketua DPC PKB Pati petahana), Kastomo Anggota DPRD Pati, Ahmad Husain (Sekretaris DPC PKB Pati), Sugiharto (Anggota DPRD Jawa Tengah), Muntamah (Ketua Fraksi PKB DPRD Pati), dan Sunoto (Wakil Ketua DPC PKB Pati).
Baca juga: Dua Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Pati, Ngaku Dapat Sabu dari Napi Lapas Kedungpane
Baca juga: Terungkap 64 Laporan Dugaan Korupsi di Pati, KPK Langsung Turun Tangani, Ini Sektor Paling Rawan
Ketua Panitia Muscab PKB Pati, Sunoto, menjelaskan bahwa ketujuh nama tersebut merupakan hasil penjaringan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang telah melalui tahap wawancara dengan tokoh masyarakat dan kader di tingkat bawah. Nama-nama tersebut kemudian dilaporkan dan dibacakan oleh Tim Koordinator dari DPP PKB dalam forum Muscab.
Sunoto menegaskan bahwa Muscab ini bersifat pengusulan, bukan pemilihan langsung. Para kandidat yang diusulkan dijadwalkan akan mengikuti uji kompetensi di tingkat DPP PKB sekitar satu pekan setelah pelaksanaan Muscab.
"Nanti nama-nama itu dipanggil untuk mengikuti uji kompetensi di DPP. Uji kompetensi meliputi kesiapan mental, etika politik, loyalitas, hingga dedikasi untuk menjadi pemimpin partai," jelas Sunoto.
Di sisi lain, Sunoto menekankan pentingnya aspek loyalitas dalam penentuan ketua terpilih. Ia berharap DPP PKB memilih sosok yang benar-benar berangkat dari kader partai, mengingat PKB adalah partai kader.
"Barometer utama adalah loyalitas kader. Kita tidak ingin partai ini menjadi ajang lelang. Kalau yang dipilih hanya yang punya uang, dilelang saja, tidak usah ada Muscab," pungkasnya tegas.
Sementara, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku siap mengemban amanah jika nantinya terpilih oleh DPP. Chandra menyebut dirinya sebagai "kader naturalisasi" karena baru bergabung dengan PKB menjelang Pilkada 2024 saat masuk dalam bursa calon wakil bupati.
"Kita masuk PKB kan saat pencalonan bursa wakil bupati. Istilah kerennya kan naturalisasi. Namun sebagai kader, kita harus siap ditugaskan. PKB ini milik semua masyarakat Pati, kita harus berdiri untuk kebutuhan masyarakat," ungkap Chandra.
Ia berharap siapapun ketua yang terpilih nanti mampu membawa PKB menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjalankan tugas dengan amanah. (mzk)