TRIBUNKALTIM.CO - Gelaran Thomas Uber Cup 2026 akan segera dihelat di Horsens, Denmark 24 April- 3 Mei mendatang.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah mengumumkan skuad putra dan putri yang akan berlaga di Thomas Uber Cup 2026.
Selain PBSI, sejumlah negara juga telah mengumumkan skuadnya, termasuk lawan-lawan Indonesia di babak penyisihan grup.
Untuk Uber Cup 2026, tim putri Indonesia tergabung di Grup C bersama dengan Taiwan, Kanada, dan Australia yang akan menjadi lawan awal.
Baca juga: Pearly Tan Mundur dari Skuad Uber Cup 2026 Malaysia, BAM Belum Putuskan Pengganti
Amunisi Indonesia bisa dibilang masih lebih unggul dari beberapa calon lawan di fase grup nanti.
Keunggulan atas Kanada dan Australia barangkali bisa menjadi pandangan awal yang sekaligus bisa memberikan sedikit ketenangan di atas kertas.
Perjuangan lebih keras harus dilakukan ketika Indonesia nantinya berhadapan dengan Taiwan yang memiliki amunisi yang tak bisa diremehkan.
Taiwan memiliki Chiu Pin-chian yang sedang perlahan naik daun di sektor tunggal putri dunia.
Pemain berusia 26 tahun ini menduduki peringkat ke-15 dalam ranking BWF saat ini.
Capaian yang terbilang cukup baik setelah berakhirnya era Tai Tzu-ying yang begitu dominan bagi Taiwan.
Sedangkan dari Kanada, ada nama Michelle Li yang menjadi tumpuan.
Namun Li tak akan lagi memikul beban itu sendirian.
Kini ada nama Josephine Wu yang perlahan mulai bisa tampil di kancah bulu tangkis tingkat atas.
Nasib paling miris barangkali dialami Australia dalam upaya mereka tampil di Uber Cup kali ini.
Berbeda dari negara-negara pesaingnya, Australia hanya bermodalkan 6 pemain saja.
Keenam pemain ini nantinya membuka kemungkinan bermain rangkap, yaitu di sektor tunggal dan ganda putri.
Nama paling tenar tentu saja ada Gronya Somerville yang masih menjadi bagian tim Kanguru.
Gronya kemungkinan besar menjadi satu dari beberapa pemain Australia yang akan bermain rangkap.
Pengalamannya bermain di dua sektor bakal sangat berguna bagi Australia nantinya.
Jika melihat kedalaman skuad, Taiwan menjadi ujian berat Indonesia di babak fase grup Uber Cup 2026 ketimbang Kanada dan Australia.
Di sektor tunggal putri, Putri KW pastinya akan menjadi tumpuan pertama. Ia kemungkinan bakal langsung berhadapan dengan Chiu Pin-Chian.
Dari segi ranking dan catatan pertemuan, Putri KW lebih unggul ketimbang Chiu Pin-Chian.
Namun setelah Putri KW, kekuatan tunggal putri Indonesia masih angin-anginan. Thalita, Dhinda, dan Ester saat ini tercecer di luar 20 besar ranking dunia.
Pun jika berbicara soal penampilan, ketiga pemain tersebut juga masih banyak memiliki pekerjaan rumah.
Sedangkan di kubu Taiwan, mereka lebih punya banyak opsi yang lebih unggul ketimbang Indonesia. Sebut saja Lin Hsiang Ti selaku ranking 19 dunia.
Kemudian di sektor ganda putri, Taiwan mengandalkan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun dan Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan yang saat ini masuk 15 besar ranking dunia.
Hsu/Lin dan Hsu/Sung unggul soal ranking ketimbang Rachel/Febi, Ana/Trias, dan Tiwi/Fadia.
Berkaca dari ulasan di atas, itulah mengapa Taiwan disebut menjadi ujian berat Indonesia di babak fase grup.
Namun harapannya, Putri KW dkk mampu maledeni perlawanan sengit Taiwan. Syukur-syukur bisa menyapu bersih kemenangan demi menyegel puncak klasemen Grup C.
Apalagi sebelum Uber Cup 2026, satu wakil ganda putri Indonesia yakni Tiwi/Fadia mampu menyegel medali perunggu Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026.
Baca juga: Daftar Skuad Thomas Uber Cup 2026 Thailand, Ada Intanon dan Vitidsarn, Indonesia Mode Waspada
(Tribunnews.com/Guruh/Isnaini)