TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lantunan doa doa tidak berhenti terucap di ujung bibir Arso. Ia akhirnya bisa berangkat ke tanah suci tahun 2026 untuk menunaikan rukun Islam.
Dirinya bersama istri sudah menanti keberangkatan untuk menunaikan haji selama 13 tahun. Apalagi keberangkatan kali ini terasa istimewa, karena keduanya bisa berangkat setahun lebih cepat dari jadwal.
Awalnya Arso dan istri berangkat ke tanah suci pada tahun 2027. Namun ada beberapa jemaah haji batal berangkat karena mundur, sakit permanen dan meninggal.
Baca juga: 316 CJH Dumai Akan Diberangkatkan Dua Tahap, 27 April dan 28 April 2026
Arso bersama istri pun mendapatkan kabar pada akhir tahun 2025 lalu. Mereka mendapat kabar baik karena memiliki kesempatan berangkat lebih cepat.
Keduanya melengkapi dokumen agar bisa berangkat tanah suci. Ia rencananya berangkat bersama jemaah asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kloter 3 Batam pada 23 April 2026 mendatang.
"Jadi Desember 2025 lalu, kami diberi tahu ada yang berhalangan tetap untuk berangkat. Kami yang porsi cadangan, alhamdulillah akhirnya bisa berangkat tahun ini," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (16/4/2026).
Dirinya mensyukuri panggilan Allah untuk ke tanah suci bisa segera terwujud. Ia sudah menjalani serangkaian persiapan ibadah haji sejak Januari 2026 lalu, termasuk bimbingan haji hingga manasik akbar.
"Namun sebentar lagi, kami bisa berangkat ke tanah suci. Kami sudah manasik juga, lalu mendapat info tentang rangkaian ibadah dan lokasi ibadah," ulasnya.
Arso bercerita bahwa dirinya sudah mendaftar dan mendapat porsi berangkat pada tahun 2013 silam. Ia menyisihkan penghasilannya hingga bisa mendaftar dan mendapatkan porsi berangkat.
Keduanya pun melatih fisik guna menjalani tahap-tahapan ibadah haji. Ia menyadari bahwa usianya jelang lima puluh tahun.
Mereka berlatih fisik sembari berdoa agar diberi kekuatan selama menjalani tahapan demi tahapan ibadah haji. Ia memilih olahraga jalan sejauh 2,5 kilometer hingga 5 kilometer.
Arso berusaha menyesuaikan kondisi fisik agar bisa menempuh perjalanan panjang.
Ketika bermalam di Arafah misalnya. Para jemaah haji bakal berada di sana berpayung langit dan beralaskan bumi sehingga harus memiliki
"Kondisi fisik kami tetap harus kami latih, usia saat ini, usia pas. Sebab ini ibadah fisik yang harus dipersiapkan jelang berangkat," ungkapnya.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )