Warga Sungai Batang Keluhkan Limbah Dapur SPPG, Parit Berubah Hitam dan Bau Menyengat
Try Juliansyah April 17, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Warga RT 04/RW 02, Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mengeluhkan dampak limbah pembuangan dari dapur SPPG Sungai Batang milik Yayasan Lantera Pangan Borneo, mitra dapur Kaia88.

Berdasarkan pantauan di lapangan Tribun Pontianak bersama awak media, limbah tersebut diduga telah mencemari parit warga.

Air parit yang sebelumnya jernih kini berubah warna menjadi hijau lumut, bahkan sebagian terlihat hitam pekat disertai bau menyengat yang mengganggu penciuman.

Tokoh masyarakat Sungai Batang, Karmiji, mengungkapkan kondisi tersebut sangat berdampak bagi aktivitas warga sehari-hari.

"Kalau saya pribadi memang aliran air parit ini tidak saya gunakan untuk mandi, akan tetapi biasanya saya gunakan untuk ngepel lantai, mencuci motor, tetap menggunakan air ini. Akan tetapi sekarang sudah tidak bisa karena airnya sudah tercemar dan bau," ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Karmiji menambahkan, ada warga yang terdampak cukup serius akibat kondisi tersebut, terutama yang masih bergantung pada air parit untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ada warga yang sangat terdampak yakni Pak Saleh, karena dia menggunakan air ini untuk mandi, untuk berwudhu para anak didiknya yang akan mengaji. Karena Pak Saleh ini guru ngaji, jadi para anak didiknya kesusahan untuk berwudhu," tambahnya.

Baca juga: Musrenbang RKPD 2027, DPRD Mempawah Tekankan Sinkronisasi Program dan Prioritas Infrastruktur

Ia juga menyebutkan, meskipun tidak semua warga menggunakan air parit tersebut secara langsung, dampak tetap dirasakan oleh masyarakat sekitar.

"Bagi kami yang tidak menggunakan air ini juga merasakan dampaknya, yakni yang paling terasa ialah bau yang sangat menyengat, dan airnya tidak bisa digunakan lagi misalnya mau mencuci motor," tutupnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.